AMBON,GemaNusantara.net — Upaya memperkuat penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kota Ambon terus didorong melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kota Ambon, Unit Layanan Disabilitas (ULD) Pendidikan, sekolah piloting, dan Rumah Generasi.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diskusi Pengembangan Sekolah Piloting dan Optimalisasi Fungsi ULD Pendidikan, yang menjadi bagian dari Program Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI).
Program INKLUSI merupakan program yang didukung Pemerintah Australia dengan asistensi Bappenas. Program ini diarahkan untuk mendorong pembangunan yang lebih inklusif sehingga kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi hambatan dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat pembangunan, termasuk dalam bidang pendidikan.
Rumah Generasi sebelumnya telah melakukan assessment layanan pendidikan inklusif terhadap 10 sekolah, terdiri atas jenjang SD dan SMP di Kota Ambon. Hasil assessment tersebut kemudian didiseminasikan kepada Dinas Pendidikan dan pihak sekolah pada 2024.
Hasil proses tersebut mendorong Dinas Pendidikan Kota Ambon menetapkan dua sekolah sebagai sekolah piloting pengembangan pendidikan inklusif melalui Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Nomor 150 Tahun 2024.
Penetapan sekolah piloting menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan pendidikan inklusif yang tidak hanya berhenti pada kebijakan, tetapi juga dapat diterapkan secara efektif dalam proses pembelajaran dan pelayanan pendidikan di sekolah.
Melalui kegiatan diskusi tersebut, para pihak akan mengidentifikasi capaian sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi sekolah piloting dalam menerapkan pendidikan inklusif.
Pembahasan juga diarahkan pada penguatan peran strategis ULD Pendidikan dalam mendukung pemenuhan hak belajar seluruh peserta didik, terutama peserta didik penyandang disabilitas.
Selain itu, kegiatan tersebut mendorong terbentuknya model kolaborasi antara Dinas Pendidikan, sekolah piloting, dan ULD Pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem layanan pendidikan inklusif yang berkelanjutan di Kota Ambon.
Forum juga akan menyusun joint action plan atau rencana aksi bersama untuk mengoptimalkan fungsi ULD Pendidikan. Rencana tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia, kelembagaan, serta jejaring layanan yang mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan 19 peserta yang terdiri atas tiga orang dari Dinas Pendidikan Kota Ambon, tiga orang dari ULD Pendidikan, enam orang perwakilan sekolah piloting, serta tujuh orang dari Tim INKLUSI-Rumah Generasi.
Rangkaian kegiatan mencakup presentasi perkembangan sekolah piloting, pemaparan ULD Pendidikan mengenai pendidikan inklusif, pembahasan peran ULD dalam pengembangan sekolah inklusif, brainstorming, identifikasi isu dan hambatan, hingga penyusunan rencana tindak lanjut bersama.
Tim INKLUSI-Rumah Generasi bertindak sebagai fasilitator kegiatan. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen Dinas Pendidikan dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan inklusif di Kota Ambon.
Melalui penguatan sekolah piloting dan optimalisasi fungsi ULD Pendidikan, pendidikan inklusif diharapkan dapat berkembang menjadi sistem layanan yang mampu memberikan ruang belajar yang setara bagi seluruh peserta didik dengan latar belakang dan kebutuhan yang beragam. (ULN)













