AMBON, GemaNusantara.net – Lapas Perempuan Kelas III Ambon memperkuat pelayanan kesehatan warga binaan Perempuan (WBP) melalui skrining Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS), Sabtu (19/9/2026).
Sebanyak 55 warga binaan perempuan mengikuti pemeriksaan yang berlangsung di Klinik Lapas Perempuan Ambon tersebut. Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama Lapas Perempuan Kelas III Ambon dengan Puskesmas Passo sebagai langkah deteksi dini terhadap kanker serviks dan kanker payudara.
Sebelum pemeriksaan dimulai, tenaga kesehatan memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi perempuan serta pentingnya melakukan skrining secara berkala. Edukasi tersebut disampaikan dr. Tantri Sapteno.
“Pemeriksaan IVA dan SADANIS merupakan langkah penting dalam deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Melalui skrining secara berkala, kita dapat mengetahui lebih awal apabila terdapat kelainan sehingga dapat segera dilakukan penanganan dan tindak lanjut,” kata dr. Tantri.
Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian perempuan terhadap kesehatan reproduksi dan kesehatan payudara melalui pemeriksaan secara berkala.
Setelah mendapatkan edukasi, 55 warga binaan menjalani pemeriksaan oleh tim medis. Petugas memastikan proses pemeriksaan berlangsung dengan memperhatikan kenyamanan, keamanan, dan privasi setiap warga binaan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ambon, Hesta van Harling, mengatakan pelayanan kesehatan secara berkala menjadi bagian dari komitmen Lapas dalam menjaga sekaligus memenuhi hak kesehatan warga binaan.
“Pemeriksaan IVA dan SADANIS ini merupakan salah satu bentuk komitmen Lapas Perempuan Ambon dalam menjaga dan memenuhi hak kesehatan warga binaan. Kami berharap melalui deteksi dini ini, risiko kanker serviks dan kanker payudara dapat diketahui lebih awal sehingga apabila ditemukan adanya indikasi, dapat segera dilakukan tindak lanjut,” ujar Hesta.
Hesta juga mengapresiasi dukungan Puskesmas Passo dalam memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan kepada warga binaan.
“Sinergi dengan Puskesmas Passo sangat membantu dalam memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan kepada warga binaan,” tambahnya.
Pelaksanaan skrining turut dipantau Kalapas, Kepala Subseksi Pembinaan, petugas kesehatan Lapas Perempuan Ambon, serta tenaga medis Puskesmas Passo. Pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan dengan baik.
Salah seorang warga binaan berinisial S mengaku terbantu dengan pelaksanaan pemeriksaan tersebut. Edukasi yang diterimanya membuat pemahamannya mengenai pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat.
“Saya merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan IVA dan SADANIS ini. Setelah mendapatkan sosialisasi dari petugas kesehatan, saya menjadi lebih paham dan lebih peduli untuk menjaga kesehatan diri,” ujar S.
Lapas Perempuan Kelas III Ambon berharap kolaborasi bersama Puskesmas Passo dapat terus berlanjut sehingga edukasi dan pelayanan kesehatan bagi warga binaan dapat berlangsung secara berkesinambungan. (ULN)







