Hadiri Maulid Akbar FPMM, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun Apresiasi Umar Kei Rangkul Anak Maluku di Jabodetabek

PONDOK GEDE,GemaNusantara.net – Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) menggelar Pengajian Maulid Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ke 1448 H di pelataran Masjid Ar-Romlah, Kompleks Binalindung  Pondok Gede, Kota Bekasi, Sabtub malam, 19 September 2026.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB itu berlangsung meriah dan penuh suasana kekeluargaan. turut hadir , Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur G. Watubun, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Aziz Sangkala, Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun serta para pejabat lainnya dari berbagai daerah dan  tamu undangan lainnya.

Dalam arahannya, Benhur Watubun menyampaikan apresiasi terhadap FPMM yang dinilainya berhasil menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga sebagai ruang untuk mempertemukan dan merajut kembali tali persaudaraan masyarakat Maluku di tanah rantau.

Secara khusus, Benhur mengapresiasi Ketua Umum DPP FPMM, Umar Kei Ohoitenan, yang dinilai mampu merangkul berbagai elemen masyarakat Maluku di Jakarta dan wilayah Jabodetabek.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Bagaimana kegiatan yang dibuat Haji Umar Kei dapat merangkul seluruh anak Maluku yang ada di Jakarta dan se-Jabodetabek. Para paguyuban maupun masyarakat sekitar dapat berkumpul bersama. Ini sesuatu yang sangat baik dan perlu menjadi perhatian,” ujar Benhur.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang terpancar dalam kegiatan tersebut merupakan modal sosial yang harus terus dipelihara.

Maulid Nabi, kata Benhur, semestinya tidak berhenti pada lantunan doa dan tausiah, tetapi mampu diterjemahkan menjadi sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Damai Harus Menjadi Warna Kehidupan

Di tempat yang sama, kepada awak media, Benhur menegaskan pentingnya menjaga kedamaian dan kerukunan, terlebih di tengah situasi kehidupan yang penuh ketidakpastian.

Ia berharap masyarakat Maluku dapat terus memberikan warna positif melalui semangat persaudaraan, kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

“Ini menjadi perhatian. Semoga hidup kita selalu damai. Di tengah-tengah situasi ketidakpastian ini, kita harus memberi warna bahwa kebahagiaan, hidup damai dan rukun itu jauh lebih penting daripada segalanya,” kata Benhur.

Pesan tersebut seakan menjadi benang merah dari perayaan Maulid Akbar FPMM. Di tengah perbedaan dan dinamika kehidupan, kedamaian menjadi ruang bersama yang dapat mempertemukan siapa pun.

Maulid Nabi Muhammad SAW pun menjadi momentum untuk kembali meneladani nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah SAW: kasih sayang, persaudaraan, saling menghormati dan menjaga hubungan baik antarsesama.

Bagi masyarakat Maluku di perantauan, pertemuan dalam suasana keagamaan seperti ini juga menjadi pengingat bahwa jarak boleh memisahkan tempat tinggal, tetapi persaudaraan tidak boleh kehilangan alamatnya.

Kehadiran berbagai paguyuban, tokoh masyarakat dan masyarakat Maluku dari wilayah Jabodetabek memperlihatkan kuatnya semangat untuk menjaga kebersamaan.

Melalui Maulid Akbar tersebut, FPMM tidak hanya menghadirkan sebuah perayaan keagamaan, tetapi juga membuka ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu suasana persaudaraan.

Benhur berharap semangat tersebut dapat terus dirawat dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kebahagiaan, hidup damai dan rukun itu jauh lebih penting daripada segalanya,” pungkas Benhur.  (ULN)