AMBON,GemaNusantara.net — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon memperkuat perhatian terhadap kesehatan warga binaan melalui pemeriksaan Tracing Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Kegiatan yang menggandeng Dinas Kesehatan Kota Ambon dan Puskesmas Passo tersebut berlangsung mulai Kamis (17/9) dan dijadwalkan berjalan selama tiga hari kerja.
Pemeriksaan berlangsung secara menyeluruh. Tenaga medis memeriksa warga binaan secara bergiliran melalui pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, pengambilan sampel darah untuk skrining laboratorium, hingga pengambilan sampel dahak bagi warga binaan yang memenuhi indikator pelacakan kasus TBC.
Rangkaian pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari langkah deteksi dini terhadap potensi penyakit menular sekaligus pemantauan kondisi kesehatan warga binaan secara berkala.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Ambon, Meky Patty, mengatakan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Passo memiliki peran penting dalam menjaga standar kesehatan dan kebersihan di lingkungan blok hunian.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kota Ambon dan Puskesmas Passo. Pemeriksaan terpadu mulai dari cek fisik, sampel darah, hingga dahak ini adalah langkah preventif agar kesehatan warga binaan terpelihara secara optimal,” ujar Meky.
Penanggung Jawab Program TBC Kota Ambon, Norlyn Tamaela, S.Kep., menilai kegiatan tracing dan pemeriksaan terintegrasi menjadi langkah strategis untuk menemukan kasus TBC sejak dini sekaligus membantu memutus mata rantai penularan, terutama di lingkungan hunian dengan kepadatan warga binaan.
“Kolaborasi ini sangat efektif untuk menemukan kasus secara dini. Melalui pemeriksaan menyeluruh hari ini, kami dapat langsung mengambil tindakan medis yang tepat jika ditemukan indikasi awal,” tutur Norlyn.
Bagi warga binaan, layanan tersebut juga memberikan ruang untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih menyeluruh. Salah satu warga binaan berinisial KS mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara gratis di dalam lapas.
“Kami merasa sangat diperhatikan kesehatannya. Lewat pemeriksaan lengkap ini, kami jadi tahu kondisi kesehatan tubuh kami dan bisa berkonsultasi langsung dengan petugas medis,” ungkap KS.
Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, menegaskan bahwa layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.
Menurutnya, pemenuhan hak kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi turut mendukung warga binaan menjalani seluruh program pembinaan secara optimal.
“Kesehatan adalah hak dasar yang wajib kami penuhi bagi setiap warga binaan. Melalui pemeriksaan tracing TBC dan cek kesehatan gratis ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh warga binaan berada dalam kondisi prima, sehingga mereka dapat mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik dan produktif,” tegas Hendra.
Seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung tertib dan lancar dengan antusiasme warga binaan. Lapas Ambon bersama Dinas Kesehatan Kota Ambon dan Puskesmas Passo terus mendorong kolaborasi kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan higienis.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan dan keterampilan, tetapi juga memastikan mereka memperoleh layanan kesehatan yang layak selama menjalani masa pembinaan. (ULN)







