Umar Key Ohoitenan Nyalakan Lentera Damai, Ratusan Warga Hadiri Maulid Akbar FPMM ke-16 di Kota Bekasi

BEKASI, GemaNusantara.net — Dari tanah rantau, pesan damai untuk Maluku kembali dinyalakan. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Front Pemuda Muslim Maluku (DPP FPMM), H. Umar Key Ohoitenan, SH, menjadikan Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW ke-16 sebagai momentum untuk merajut persaudaraan, menumbuhkan kepedulian dan menguatkan suara perdamaian bagi masyarakat Maluku.

Maulid Akbar yang berlangsung di pelataran Masjid Ar-Romlah, Nirvana Regency, Kompleks Bina Lindung, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Sabtu, 19 September 2026, dihadiri ratusan warga Maluku dan Maluku Utara yang berdomisili di wilayah Jabodetabek.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Anis Matta, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, Anggota DPRD Kota Bekasi Eko Sutio Pramo, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun, Perwakilan Gubernur Maluku , Syaiful Indra Patta, para habaib, ustadz, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Maulid tahun ini memiliki makna berbeda. Sebab, peringatan yang memasuki tahun ke-16 sejak berdirinya FPMM tersebut tidak hanya menghadirkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausyiah dan doa bersama, tetapi juga menghadirkan kepedulian nyata melalui santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa

Dalam wawancara bersama sejumlah awak media dari Jakarta dan Maluku, Umar Key mengatakan Maulid Akbar ke-16 menjadi momentum penting untuk mempertemukan kembali masyarakat Maluku dalam suasana penuh persaudaraan.

“Ini Maulid Akbar yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini Maulid yang ke-16 kali sejak berdirinya FPMM. Maulid kali ini sangat bermakna dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa,” ujar Umar.

Ia menegaskan, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan. Nilai keteladanan Rasulullah harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, keadilan dan kemampuan menjaga persaudaraan.

Karena itu, Umar menitipkan pesan khusus kepada masyarakat Maluku, terutama dua negeri basudara pela di Ambon dan Seram.

“Jangan lagi bertikai. Mari kita hidup baku kele, saling tawa dan berpelukan dalam damai. Karena damai itu indah,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu napas utama dalam Maulid Akbar FPMM. Di tengah keramaian Jabodetabek, Umar mengajak masyarakat Maluku untuk menjadikan persaudaraan sebagai rumah bersama.

Ia juga menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat agar tidak memandang Maluku hanya sebagai wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan, tetapi sebagai bagian penting dari kekuatan ekonomi dan kekayaan bangsa.

“Jangan melihat kita orang Maluku dengan sebelah mata. Sebab bangsa ini hidup dari semua hasil bumi, laut dan lainnya adalah kepunyaan orang Maluku,” ungkapnya.

Menurut Umar, kekayaan alam Maluku harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kekayaan yang tersimpan di tanah dan laut Maluku, seperti Blok Masela yang merupakan proyek strategis nasional pengembangan lapangan gas alam cair (LNG) di Laut Arafura, Provinsi Maluku kata dia, harus mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di daerah.

Pesan tegas dari Umar Key di Maulid malam itu” kekayaan alam adalah karunia, tetapi keadilan adalah amanah” tegasnya

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur G. Watubun menyampaikan apresiasi kepada Umar Key Ohoitenan yang dinilainya konsisten menjaga silaturahmi masyarakat Maluku di tanah rantau.

“Atas nama pimpinan DPRD Provinsi Maluku, kami sampaikan ribuan terima kasih kepada Bapak H. Umar Key Ohoitenan yang senantiasa membangun silaturahmi di antara orang-orang Maluku di tanah rantau Jabodetabek. Ini adalah kekuatan yang harus kita jaga bersama,” tutur Benhur.

Ia berharap kegiatan tersebut terus menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan harmonisasi masyarakat Maluku, sekaligus memperkokoh semangat kebangsaan.

Apresiasi juga disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono. Ia menilai FPMM aktif menghadirkan kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberi manfaat kepada masyarakat.

Tri juga mengungkapkan pengalamannya bersama Umar Key Ohoitenan dalam momentum Pilkada 2024. Menurut Tri, Umar memberikan dukungan tanpa pernah meminta imbalan.

“Umar mengundang guru-guru spiritual untuk mencerahkan hati dan pikiran kita. Beliau rendah hati, hidup sederhana, dan selalu membuka diri untuk memberi maaf. Ini adalah keteladanan yang luar biasa,” ungkap Tri.

Rangkaian Maulid semakin hidup ketika panitia menggelar lomba memetik uang dan buah yang digantungkan di sekitar lokasi kegiatan.

Tawa dan sorak jamaah pecah dalam suasana penuh keakraban. Anak-anak hingga orang dewasa larut dalam kegembiraan, menjadikan malam Maulid bukan hanya sebagai ruang spiritual, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan.

Di sisi lain, para penceramah mengingatkan jamaah bahwa mencintai Nabi Muhammad SAW harus dibuktikan melalui perilaku yang baik, sikap adil serta kepedulian terhadap sesama.

Islam, demikian pesan yang disampaikan dalam tausyiah, mengajarkan perdamaian dan keadilan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa kemudian menjadi simbol kuat dari pesan tersebut.

Cinta kepada Rasulullah diterjemahkan bukan hanya dalam lantunan shalawat, tetapi juga dalam tangan yang memberi dan hati yang peduli.

Maulid Akbar ke-16 FPMM akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Dari pelataran Masjid Ar-Romlah, Umar Key Ohoitenan bersama keluarga besar FPMM menyalakan kembali lentera persaudaraan bagi anak-anak Maluku di tanah rantau.

Sebab jarak boleh memisahkan Maluku dengan Jakarta, tetapi persaudaraan tidak boleh kehilangan jalannya pulang.

Dari tanah rantau, Umar Key Ohoitenan menitipkan satu pesan ” rawat damai, jaga persaudaraan, dan jangan biarkan perbedaan memadamkan cahaya kasih sayang sesama anak Maluku”,Pesannya. (ULN)