Membuka Gerbang Bahasa, Unpatti dan Badan Bahasa Teken PKS untuk Perkuat Tri Dharma di Jakarta

Kolaborasi mencakup penguatan literasi, pelestarian bahasa dan sastra daerah, serta internasionalisasi bahasa Indonesia

JAKARTA — Bahasa menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun pengetahuan sekaligus merawat identitas kebudayaan. Atas dasar itu, Universitas Pattimura (Unpatti) dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memperkuat kolaborasi kelembagaan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang sinergi program pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa serta sastra Indonesia dan daerah.

Penandatanganan PKS berlangsung di Gedung Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jalan Daksinapati Barat IV Nomor 11, Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (14/9/2026).

Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muslim.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya kedua lembaga membangun sinergi yang lebih terarah dalam pengembangan bahasa dan sastra. Kolaborasi juga membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih luas dalam penguatan literasi, penelitian, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ruang lingkup PKS mencakup sejumlah agenda strategis, antara lain peningkatan kecakapan literasi bahasa Indonesia, pelestarian bahasa dan sastra daerah, internasionalisasi bahasa Indonesia, serta pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Penguatan bahasa daerah menjadi salah satu bagian penting dalam kerja sama tersebut. Keberagaman bahasa dan sastra daerah merupakan kekayaan budaya yang menyimpan pengetahuan, nilai, sejarah, serta identitas masyarakat. Karena itu, upaya pelestarian membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan lembaga pemerintah yang memiliki mandat di bidang kebahasaan.

Bagi Unpatti, kerja sama tersebut juga memiliki relevansi dengan karakter Maluku sebagai wilayah kepulauan yang memiliki keragaman bahasa dan tradisi sastra. Perguruan tinggi dapat memainkan peran melalui kajian akademik, dokumentasi, penelitian, pengembangan literasi, serta pengabdian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Di sisi lain, penguatan bahasa Indonesia dalam konteks internasional menjadi bagian dari tantangan kebahasaan di tengah perkembangan global. Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam memperluas penggunaan bahasa Indonesia melalui pendidikan, riset, publikasi ilmiah, serta kerja sama akademik lintas negara.

Melalui PKS tersebut, Unpatti terus memperluas jejaring kemitraan strategis dengan berbagai lembaga. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus meningkatkan kontribusi Unpatti dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kebudayaan.

Kerja sama ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan bahasa tidak berhenti pada aspek kebahasaan semata. Bahasa dapat menjadi gerbang pengetahuan, jembatan kebudayaan, dan instrumen penguatan sumber daya manusia.

Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, program pengembangan, pembinaan, serta perlindungan bahasa dan sastra diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi Unpatti, penguatan kemitraan tersebut menjadi bagian dari langkah membangun perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan memiliki jejaring luas, sejalan dengan visi pengembangan Unpatti menuju World Class University.

( ULN)