Dilantik, Pejabat Pemkot Ambon Dituntut Berani Hadapi Masalah

Gemanusantara.net, AMBON— Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menuntut pejabat administrator dan pejabat pengawas yang baru dilantik berani menghadapi persoalan, mengambil langkah penyelesaian, serta tidak terjebak dalam zona nyaman birokrasi.

Pesan tersebut disampaikan Wattimena saat melantik pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Ambon, yang berlangsung di Pattimura Park Ambon, Jumat (11/9/2026).

Wattimena menegaskan, pejabat yang menerima amanah tidak boleh sekadar menjalankan rutinitas administrasi. Mereka harus mampu membaca persoalan, mencari solusi, dan memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.

“Tugas saudara adalah menggeluti persoalan yang terjadi, cari solusi, dan bikin Ambon semakin baik. Jangan takut dengan masalah, karena untuk itulah kita semua ada di kota ini,” tegas Wattimena.

Wattimena mengatakan Pemerintah Kota Ambon melakukan pengisian jabatan secara objektif dan selektif dengan mempertimbangkan kapasitas aparatur serta kebutuhan organisasi.

Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga ikut mengusulkan aparatur yang dinilai mampu memperkuat pelaksanaan tugas pada masing-masing perangkat daerah.

Karena itu, ia meminta pejabat yang baru dilantik membuktikan kepercayaan tersebut melalui kinerja.

Menurut Wattimena, pejabat harus memahami tugas pokok dan fungsi, membangun komunikasi dengan pimpinan maupun bawahan, serta mampu bekerja dalam satu irama untuk mencapai target organisasi.

“Maknai jabatan ini sebagai amanah dan kepercayaan. Kerjakan dengan baik. Kalau bekerja dengan baik, karier akan mengikuti,” ujarnya.

Ia menekankan, integritas menjadi fondasi utama dalam menjalankan jabatan. Kejujuran, konsistensi, dan tanggung jawab harus melekat dalam setiap keputusan dan tindakan pejabat.

Camat dan Lurah Harus Peka terhadap Keluhan Warga

Perhatian khusus diberikan Wattimena kepada camat dan lurah. Ia meminta pejabat di tingkat kewilayahan tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif melihat langsung kondisi masyarakat.

Berbagai persoalan seperti sampah, pembangunan, serta keluhan warga harus segera direspons dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait.

Wattimena menilai kelurahan memiliki posisi penting karena menjadi salah satu garda terdepan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Jangan sampai persoalan yang ada di bawah kemudian tidak diketahui. Camat dan lurah harus tahu apa yang terjadi di wilayahnya,” tegasnya.

Pemerintah Kota Ambon, lanjut Wattimena, terus memenuhi kebutuhan aparatur hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Penguatan tersebut diharapkan mempercepat pelayanan sekaligus memperkuat respons pemerintah terhadap persoalan masyarakat.

Wattimena kembali mengingatkan pejabat baru agar tidak menjadikan jabatan sebagai tempat mencari kenyamanan.

Ia meminta seluruh pejabat bekerja dengan orientasi penyelesaian masalah, bukan sekadar menyelesaikan rutinitas pekerjaan.

Pelantikan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penataan birokrasi untuk membangun aparatur yang memiliki kapasitas, andal, serta berkomitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Kita ingin meninggalkan sejarah yang baik melalui tugas dan tanggung jawab yang kita emban. Mari bekerja bersama membawa Ambon semakin maju,” pungkas Wattimena. (ULN)