Umar Key Ohoitenan Tekankan Persaudaraan Maluku dalam Evaluasi Maulid Akbar

BEKASI, GemaNusantara.net  — Dewan Pimpinan Pusat Front Pemuda Muslim Maluku (DPP FPMM) menjadikan pembubaran panitia Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 H sebagai momentum mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sekaligus memperkuat konsolidasi dan silaturahmi masyarakat Maluku di perantauan.

Ketua Umum DPP FPMM, H. Umar Key Ohoitenan, S.H., menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara pembubaran panitia di Resto JW, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Kamis (24/9/2026).

Pembubaran panitia dilakukan setelah FPMM menggelar Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Ar-Romlah, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Sabtu (19/9/2026). Selain evaluasi, pertemuan tersebut juga dirangkai dengan perayaan hari ulang tahun dua istri Umar Key Ohoitenan, Bunda Gita dan Bunda Berlian.

Umar mengapresiasi kerja seluruh panitia yang telah mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan tersebut. Namun, ia menilai masih terdapat ruang untuk meningkatkan keterlibatan warga Maluku dalam agenda FPMM berikutnya.

Menurutnya, kekuatan sebuah kegiatan tidak hanya terletak pada kelancaran pelaksanaan, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan sebanyak mungkin elemen masyarakat dalam satu ruang kebersamaan.

Karena itu, Umar mendorong FPMM terus membuka ruang silaturahmi yang mampu mempertemukan masyarakat Maluku dari berbagai latar belakang dan kelompok sub-etnis.

“Bagi saya, berkumpul dan bersilaturahmi sesama orang Maluku bukan sekadar pertemuan, melainkan penguat persaudaraan yang juga menyumbang bagi persatuan bangsa Indonesia,” ujar Umar.

Ia menegaskan, persaudaraan masyarakat Maluku perlu terus dirawat, terutama di tengah berbagai persoalan sosial yang dapat memengaruhi hubungan antarmasyarakat.

Umar juga menyampaikan keprihatinan terhadap konflik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Maluku. Menurutnya, penguatan komunikasi dan kebersamaan masyarakat Maluku di mana pun berada dapat menjadi bagian dari upaya membangun perdamaian.

Ia berharap kegiatan FPMM ke depan dapat melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat sehingga ruang dialog dan silaturahmi semakin luas.

“Maluku harus hadir untuk Indonesia dan masa depan sesama anak bangsa,” tegasnya.

Umar menilai semangat persaudaraan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Maluku harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia pun menempatkan kebersamaan sebagai salah satu fondasi penting dalam menjaga hubungan sosial masyarakat Maluku. “Orang Maluku adalah keluarga saya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Maulid Nabi 1448 H sekaligus Ketua FPMM DKI Jakarta, Murad Malawat, S.H., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana melalui kerja sama dan kekompakan panitia.

Murad menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan Maulid Akbar. “Bekerja bersama berarti memperkuat FPMM itu sendiri,” ucapnya.

Wakil Ketua Umum FPMM, Syahril Wasahua, S.H., M.H., menambahkan bahwa kehadiran sejumlah tokoh dalam Maulid Akbar turut memperkuat ruang silaturahmi yang dibangun FPMM.

Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Wakil Menteri Luar Negeri Annis Mata, Bupati Maluku Tenggara Thaher Hanubun, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, anggota DPR RI, Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun, tokoh masyarakat Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, serta para tokoh agama.

Syahril berharap FPMM dapat mempertahankan semangat kebersamaan tersebut melalui kegiatan-kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat persaudaraan antarsesama orang Maluku.

Suasana pembubaran panitia kemudian berlangsung dalam nuansa kekeluargaan. Momentum tersebut semakin istimewa karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun Bunda Gita dan Bunda Berlian.

Perayaan HUT kedua istri Umar Key Ohoitenan ditandai dengan tiupan lilin dan doa bersama.

Momen tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan bagi keluarga besar FPMM. (ULN)