AMBON,GemaNusantara.net — Pemerintah Kota Ambon terus mendorong kreativitas generasi muda agar tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang mampu membuka peluang usaha dan menciptakan pasar baru.
Upaya tersebut terlihat dalam pelaksanaan Extravaganza Ambon Creativepreneur 2026 yang berlangsung di Ruang Terbuka Publik (RTP) Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha muda, komunitas kreatif, dan masyarakat itu dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Ambon, Rustam Simanjuntak, ST., MT, yang mewakili Wali Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Rustam menegaskan bahwa kreativitas anak muda harus diarahkan menjadi kekuatan ekonomi. Menurutnya, sebuah karya akan memberikan manfaat lebih besar ketika mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki akses terhadap pasar.
“Kegiatan ini diarahkan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, mempertemukan kreativitas dengan peluang pasar,” kata Rustam.
Extravaganza Ambon Creativepreneur 2026 berlangsung selama dua hari dengan melibatkan sekitar 60 booth yang menampilkan beragam produk dan karya anak muda. Peserta menghadirkan produk fashion, kuliner, kerajinan, hingga layanan berbasis digital.
Tidak hanya menampilkan produk usaha, penyelenggara juga menghadirkan panggung seni dan musik, talkshow bisnis, serta berbagai aktivitas hiburan yang melibatkan masyarakat.
Lomba adu layang-layang turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang membuat kawasan RTP Air Salobar semakin ramai.
Rustam menjelaskan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang untuk memamerkan produk. Pemerintah Kota Ambon ingin membangun pertemuan langsung antara kreativitas anak muda dengan masyarakat sebagai calon konsumen maupun mitra usaha.
Karena itu, kolaborasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, AMGPM Daerah Pulau Ambon, serta komunitas kreatif menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Rustam, perkembangan teknologi digital dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) ikut mengubah cara masyarakat menjalankan usaha.
Perubahan tersebut menuntut generasi muda untuk terus belajar, beradaptasi, serta mampu mengembangkan kreativitas menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Jangan takut memulai, jangan takut gagal. Keberanian dan kreativitas adalah mata uang paling berharga saat ini,” tuturnya.
Pemerintah Kota Ambon juga menempatkan pengembangan ekonomi kreatif sebagai bagian dari program prioritas daerah. Penguatan ekosistem dilakukan melalui pelatihan, inkubasi bisnis, perluasan akses pasar, hingga penyediaan ruang bagi komunitas kreatif untuk mengembangkan karya.
Melalui kegiatan tersebut, RTP Air Salobar diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik untuk aktivitas masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi salah satu titik pertemuan pelaku ekonomi kreatif dengan pasar.
Dengan mengusung tema “Muda Kreatif, Ekonomi Bangkit: Dari Ambon untuk Nusantara”, Extravaganza Ambon Creativepreneur 2026 menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan karya, membangun jejaring, sekaligus menguji peluang produk mereka di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Ambon berharap kreativitas anak muda tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Dari ruang-ruang kreatif seperti inilah diharapkan lahir pelaku usaha baru yang mampu mengembangkan produk lokal dan memperluas jangkauan ekonomi kreatif AExtravaganza Ambon Creativepreneur 2026 Perkuat Ruang Kreativitas, Kewirausahaan, dan Akses Pasar Anak Mudambon ke pasar yang lebih luas. (ULN)







