DOBO,Gemanusantara.net — Sebanyak 49 orang di atas KM Hendra Jaya berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat setelah kapal tersebut mengalami mati mesin di perairan Lao Lao, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Tim SAR Gabungan menemukan kapal bersama seluruh penumpang pada Jumat (25/9/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muhamad Arafah, S.H., M.Si., mengatakan KM Hendra Jaya berlayar dengan rute Kampung Apara menuju Kota Dobo. Kapal tersebut mengalami mati mesin hingga terombang-ambing di sekitar perairan Lao Lao dan membutuhkan bantuan SAR.
“Pada pukul 09.15 WIT, Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon menerima informasi dari Polairud Kepulauan Aru terkait KM Hendra Jaya yang mengalami mati mesin di perairan Lao Lao,” kata Arafah, Jumat (25/9/2026).
Berdasarkan laporan yang diterima, kapal tersebut mengalami mati mesin sejak Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIT. Kapal kemudian terombang-ambing di perairan Lao Lao sehingga membutuhkan pertolongan.
Setelah menerima informasi tersebut, Tim SAR Gabungan bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 09.25 WIT. Tim menuju lokasi dengan jarak sekitar 8 nautical mile dari Pelabuhan Dobo dengan arah 171 derajat menuju selatan.
Lokasi kejadian yang dilaporkan berada pada koordinat 5°53’17.58″S dan 134°15’29.99″E di perairan Lao Lao, Kabupaten Kepulauan Aru.
Pergerakan Tim SAR Gabungan membuahkan hasil. Pada pukul 10.45 WIT, tim menerima informasi dari Search and Rescue Coordinator (OSC) bahwa KM Hendra Jaya bersama seluruh korban telah ditemukan di sekitar perairan Lao Lao.
“Kapal bersama seluruh korban ditemukan Tim SAR Gabungan di sekitar perairan Lao Lao dengan koordinat 5°52’6.53″S, 134°15’45.67″E, atau sekitar 1,21 nautical mile arah utara dari lokasi kejadian,” ujarnya.
Setelah ditemukan, seluruh penumpang dievakuasi menuju Pelabuhan Dobo. Proses evakuasi berlangsung hingga seluruh korban berhasil dibawa ke pelabuhan.
Pada pukul 11.55 WIT, Tim SAR Gabungan bersama seluruh penumpang KM Hendra Jaya tiba di Pelabuhan Dobo dalam keadaan selamat.
Arafah menjelaskan, dari 49 orang yang berada di atas kapal tersebut, tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban yang dinyatakan hilang.
“Dengan ditemukannya korban dan telah dilakukan evakuasi, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup,” jelasnya.
Selanjutnya, seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing setelah operasi dinyatakan selesai.
“Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” tutup Arafah.
49 Orang di Atas KM Hendra Jaya
Adapun 49 orang yang berada di atas KM Hendra Jaya terdiri dari kapten, ABK, dan penumpang, yakni:
1. Yonas Kilikily — Kapten
2. Toton — ABK
3. Wempi Toreljaran
4. Benidiktas Garapan
5. Abraham Fungili
6. Martatina Mangkowin
7. Siti Rabia Salay
8. Ena Mangkowin
9. Ema Makupioba
10. Ibu Go
11. Jubolina Somorgusih
12. Pator Mangkowin
13. Imelda Kovisen
14. Yeti Saka
15. Inda Difinubun
16. Tiara Maswain
17. Boby Garapara
18. Getreda Garapara
19. Patrias Mangkowin
20. Mika Tordjara
21. Lusia Salaykubang
22. Lekius Somargusin
23. Mesias Torgote
24. Kostantina Salay
25. Kristina Lengams
26. Yulen Lengams
27. Diva Lengams
28. Fatin Lengams
29. Ola Febi Walagwaor
30. Ferdinan Walagwaor
31. Konol Lengams
32. Neles Mangkowin
33. Gina Mangkowin
34. Siva Bugis
35. Marvin Salaykebug
36. Aurel Salaykebug
37. Epi Lengams
38. Tidova Lengams
39. Naura Agudjir
40. Vikon Salaykebug
41. Mores Korisen
42. Kostantina Rowena
43. Aven Mangkowin
44. Selfi Lengams
45. Samuel Mangkowin
46. Jesika Salaykebug
47. Kaila Lengams
48. Martince Somargosin
49. Saena Gwedjor
Unsur SAR dan Kondisi Cuaca
Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan lima personel Tim Rescue USS Kepulauan Aru dan enam orang masyarakat.
Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan menggunakan tiga unit longboat serta sejumlah peralatan SAR pendukung lainnya.
Pelaksanaan operasi berlangsung tanpa faktor penghambat. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah tenggara berkecepatan 13 hingga 20 knot.
Sementara tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter.
Dengan berhasil ditemukannya seluruh penumpang dan dievakuasi ke Pelabuhan Dobo dalam keadaan selamat, operasi SAR terhadap kecelakaan KM Hendra Jaya kemudian dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. (ULN)







