Coordinator Moluccan Jukulele dan Chairman ASC Bersama Pimpinan Azael Collection Sampaikan Terima Kasih kepada Ketua Maluku Basudara Melbourne

Melbourne, GemaNusantara.net — Kehangatan persaudaraan tidak hanya tercermin melalui kata-kata, tetapi juga melalui dedikasi, pelayanan, perhatian, dan kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan nyata.

Nilai itulah yang dirasakan rombongan Maluku selama mengikuti Festival Indonesia 2026 di Melbourne, Australia.

Melbourne dikenal sebagai Garden City atau Kota Taman karena memiliki banyak taman dan ruang terbuka hijau.

Kota ini juga menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Negeri Kanguru, Australia, yang identik dengan kanguru sebagai ikon satwa khasnya.

Di tengah suasana kota multikultural tersebut, rombongan Maluku merasakan kehangatan persaudaraan melalui perhatian Ketua Maluku Basudara Melbourne, Ina Siwabessy, bersama keluarga.

Atas dedikasi dan dukungan tersebut, Nico Tulalessy, Coordinator Moluccan Jukulele yang juga Chairman Ambon Sailing Community (ASC), bersama Prof. Dr. Fransina Latumahina, S.Hut., M.P., IPU, ASEAN Eng., dosen Jurusan Kehutanan Universitas Pattimura (Unpatti) sekaligus pemilik dua merek fesyen etnik Maluku, Azael Collection dan Oleh-Oleh Maluku, serta seluruh rekan dari Kota Ambon dan Maluku, menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Ketua Maluku Basudara Melbourne, Ina Siwabessy beserta keluarga.

Apresiasi tersebut secara khusus diberikan atas peran  Ina Siwabessy dalam memfasilitasi akomodasi, memberikan pelayanan, serta mencurahkan perhatian kepada Nico Tulalessy, Prof. Fransina Latumahina, dan rekan-rekan dari Maluku selama berada di Melbourne.

Dukungan itu menjadi bagian penting yang membantu rombongan menjalankan berbagai agenda kegiatan dengan lebih nyaman dan lancar.

Lebih dari sekadar bantuan fasilitas, perhatian tersebut menghadirkan suasana kekeluargaan bagi para peserta yang datang jauh dari tanah Maluku.

Bagi rombongan Maluku, kepedulian tersebut memiliki makna mendalam. Semangat orang basudara terasa nyata, bukan sekadar ungkapan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Di tengah lingkungan dan negara yang berbeda, kehadiran sesama orang Maluku yang memberikan perhatian dan bantuan menghadirkan rasa dekat, aman, dan diterima.

Peran Ina Siwabessy juga memperlihatkan arti penting diaspora Maluku dalam membangun jembatan persaudaraan lintas negara.

Dukungan masyarakat Maluku di Melbourne menjadi kekuatan tersendiri bagi putra-putri daerah yang membawa seni, musik, budaya, dan produk kreatif Maluku ke ruang internasional.

Partisipasi Ambon Sailing Community, Moluccan Jukulele, Azael Collection, dan Oleh-Oleh Maluku dalam Festival Indonesia 2026 pada 22–24 Oktober di Melbourne bukan hanya menjadi kesempatan memperkenalkan kekayaan budaya Maluku kepada masyarakat Australia.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kolaborasi, solidaritas, dan dukungan antarsesama orang Maluku memiliki peran besar dalam memperluas jangkauan potensi daerah.

Di tengah kesibukan rangkaian festival, pelayanan dan perhatian yang diberikan Ketua Maluku Basudara Melbourne, Ina Siwabessy menjadi wujud nyata solidaritas masyarakat Maluku di perantauan.

Sikap terbuka, kepedulian, serta kesediaan membantu sesama mencerminkan nilai persaudaraan yang menjadi salah satu kekuatan sosial masyarakat Maluku.

Penghargaan ini sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh penampilan di panggung atau capaian yang terlihat oleh publik.

Ada kontribusi di balik layar, ada tangan-tangan yang membantu, dan ada ketulusan yang membuat perjalanan setiap peserta menjadi lebih bermakna.

Karena itu, Nico Tulalessy selaku Coordinator Moluccan Jukulele sekaligus Chairman ASC bersama Prof. Fransina Latumahina selaku pimpinan Azael Collection dan Oleh-Oleh Maluku menyampaikan terima kasih atas dedikasi, pelayanan, perhatian, dan ketulusan Ina Siwabessy beserta keluarga dalam mendukung rombongan Maluku selama berada di Melbourne.

Ucapan terima kasih dan penghargaan juga disampaikan kepada Simon Matakupang, Cornelia Pattiasina, Denny Pasanea, KK Nony dan Oma Otty Wenno,  Pdt. Noke Pattiasina, Ibu Betty Pattiasina, dan Rico Maittimu, serta seluruh basudara Maluku lainnya yang berada di Melbourne, Australia.

Dukungan, perhatian, kebersamaan, dan semangat persaudaraan yang diberikan sejak hari pertama rombongan tiba hingga kembali ke Indonesia menjadi bagian berharga dalam perjalanan tersebut.

Setiap bentuk kebaikan dan kepedulian yang diberikan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh rekan dari Maluku.

Dangke Byk Lai! Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ina Siwabessy beserta keluarga dan seluruh basudara Maluku di Melbourne.

Ketulusan dan kepedulian yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa ikatan orang basudara tidak pernah lekang oleh jarak dan waktu.

Jarak geografis boleh memisahkan Maluku dan Australia, tetapi kepedulian serta semangat persaudaraan mampu menyatukan hati.

Melalui pelayanan dan tindakan nyata, Ketua Maluku Basudara Melbourne, Ina Siwabessy beserta keluarga telah memperlihatkan bahwa kecintaan terhadap Maluku tidak berhenti pada identitas dan kebanggaan, melainkan tumbuh melalui perhatian, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama.

Salam hormat dan penuh kasih dari Maluku. Semoga persaudaraan ini terus terpelihara, semakin kuat, dan menjadi jembatan kebersamaan bagi masyarakat Maluku di mana pun berada.

(ULN)