AMBON, GemaNusantara.net — Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara, AKBP Hendrick Situmorang, meminta 40 generasi muda Maluku memanfaatkan pelatihan caregiver secara maksimal sebagai bekal memasuki dunia kerja internasional.
Pesan tersebut disampaikan Hendrick saat menghadiri pembukaan Pelatihan Caregiver Program SMK Go Global di Aula Christina Martha Tiahahu, Poltekkes Kemenkes Maluku, Ambon, Jumat (2/10/2026).
Hendrick mengatakan, para peserta akan menjalani pelatihan intensif selama 26 hari sebelum dipersiapkan bekerja sebagai caregiver di Malaysia.
“Mulai hari ini kalian akan menjalankan masa pelatihan intensif selama 26 hari. Manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya untuk mengasah kemampuan dan keterampilan,” ujar Hendrick.
Menurutnya, masa pelatihan menjadi tahapan penting bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan sebelum memasuki lingkungan kerja di luar negeri. Karena itu, peserta perlu mengikuti setiap proses secara serius dan menjadikan pelatihan sebagai ruang pembentukan kompetensi.
Hendrick juga mengapresiasi Poltekkes Kemenkes Maluku yang menjadi pelaksana kegiatan melalui kerja sama dengan BP3MI Sulawesi Utara.
Ia menjelaskan, BP3MI Sulawesi Utara memiliki wilayah kerja yang mencakup Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, dan Maluku. Khusus pada tahun ini, Maluku menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan fokus dalam pelaksanaan program.
Kehadiran program tersebut sekaligus membuka ruang bagi generasi muda Maluku untuk memperoleh pembekalan sebelum menjalankan pekerjaan sebagai caregiver di Malaysia.
Hendrick mengingatkan peserta agar tidak hanya mengejar keterampilan teknis, tetapi juga menjaga sikap, disiplin, dan tanggung jawab selama mengikuti pelatihan maupun ketika bekerja di luar negeri.
Ia meminta seluruh peserta menjaga nama baik keluarga dan daerah karena keberadaan mereka di Malaysia nantinya turut membawa identitas Maluku.
“Jaga nama baik keluarga dan daerah,” pesannya.
Sebanyak 40 peserta mengikuti program tersebut dan akan dipersiapkan bekerja di Malaysia selama dua tahun.
Pelaksanaan pelatihan menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan generasi muda agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional.
Melalui program tersebut, BP3MI Sulawesi Utara bersama Poltekkes Kemenkes Maluku mendorong peserta memperoleh keterampilan yang memadai sebelum memasuki dunia kerja sebagai pekerja migran Indonesia melalui jalur yang resmi. (ULN)







