GemaNusantara, Oleh :Wan Tamalene,, Ajaran Sombalatu,, Juan Tuhuteru
Negeri Buano Utara yang pada bulan puasa selalu melaksanakan hadrat di awal kepala sahur pertama. Hadrat yang di laksanakan ini merupakan suatu nilai positif dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwarisi para leluhur untuk generasi hari ini dan generasi selanjutnya.
Hadrat itu sendiri merupakan suatu tatanan adat yang di laksanakan secara turun temurun dan dilaksanakan setiap kepala sahur berjalan sampai pada sahur ketiga. Selanjutnya akan dilakukan pada sahur terakhir atau sahur penutup. kemudian dilanjutkan pada hadrat keliling pada sore hari saat lebaran idul fitri.
Hadrat keliling ini merupakan hadrat yang dilakukan secara keliling didalam kampung (negeri buano utara), Para pemuda dan pemudi mulai Star dari balai desa, menuju kediaman raja dan keliling sampai di lingkungan mesjid buano utara dengan membaca syalawat yang merupakan tradisi negeri buano utara yang dilestarikan sampai saat ini.
Dalam hal ini pemuda pemudi Buano utara merupakan pelaksana dalam kegiatan tersebut, mereka di pandu oleh tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh adat serta pemuka atau sesepuh di dalam negeri buano utara.
Oleh karena itu Selain diwariskan kepada generasi muda saat ini namun juga mengikat hubungan persaudaraan antar generasi muda yang hidup berdampingan dalam satu kesatuan yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya serta dapat memperkuat tali persaudaraan bersamaan di dalam bulan suci ramdhan.
Apalagi di era moderenisasi saat ini, sebagai orang tua berperan penting untuk membina, mendidik, dan mengajarkan anak-anak mereka serta dapat pula memberikan contoh yang baik bahwa pentingnya melestarikan kegiatan-kegiatan bernuansa keislaman seprti; hadrat dan kegiatan-kegiatan keagaman lainnya di bulan suci ramadhan, sangatlah penting terutama dalam hal pembinaan karakter, sikap kepedulian diri agar tidak tergiur pada kondisi jaman saat ini yang semakin mempengaruhi perilaku generasi muda dalam melestarikan warisan budayanya sendiri.
“Sebab semakin kuat melestarikan tatanan adat atau budaya dari warisan leluhur kepada kita generasi muda saat ini. Maka semakin kokoh nilai-nilai keislaman, adat, dan budaya kita sangatlah penting bagi keutuhan hidup yang terus menerus berlanjut”.
Harapan kami selaku pemuda dan pemudi negeri bauno utara bahwa budaya atau tradisi Hadrat tetap terjaga pada setiap momentum saat tibahnya bulan suci ramadhan sehingga peran aktif generasi muda saat ini menjadi unsur paling vital dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai sosial maupun budaya yang kita miliki sampai pada generasi-generasi selanjutnya di masa yang akan datang.
Sehingga peran aktif tokoh-tokoh pemuda, tokoh-tokoh masyarakat, dan staf pemerintahan bersama-bersama dengan warga setempat yang ikut andil melaksanakan Kegiatan-kegiatan tersebut tentunya sangat memberikan semangat kecintaan kita bersama didalam menjaga keutuhan baik nilai-nilai keagamaan, sosial, budaya, dan atau adat-adat istiadat lainnya didalam satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan satu dengan lainya. (*







