BPJS Kesehatan Ajak Pemuda Ambon Perkuat Kesadaran JKN

AMBON, GemaNusantara.net – Kesadaran menjaga kesehatan dan memiliki perlindungan jaminan kesehatan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan. Sebab, kreativitas, produktivitas, dan inovasi membutuhkan kondisi kesehatan yang terjaga.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Bagian SDM, Umum, dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Kharis Hidayatullah, kepada Media ini seusai mengikuti kegiatan Talk Show and Inspiring Leader dalam rangka memperingati 98 Tahun Sumpah Pemuda di Vertikal Coffee, kawasan Bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, pada Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen pemuda di Kota Ambon tersebut turut dihadiri Wali Kota Ambon, Ketua DPRD, serta sejumlah tokoh dan komunitas kepemudaan.

Kharis mengatakan, keterlibatan BPJS Kesehatan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi generasi muda sekaligus memperluas pemahaman mengenai pentingnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurutnya, pemuda membutuhkan jaminan kesehatan agar dapat menjalankan berbagai aktivitas, mengembangkan inovasi, serta berkontribusi dalam pembangunan tanpa mengabaikan perlindungan kesehatan.

“BPJS Kesehatan selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kepemudaan.

Kami ingin memastikan Program JKN dapat menjangkau para pemuda, sehingga ketika mereka beraktivitas, berinovasi, dan bekerja, perlindungan kesehatannya tetap terjamin,” ungkap Kharis.

Ia juga mengajak generasi muda di Kota Ambon dan Maluku untuk memastikan diri telah terdaftar sebagai peserta JKN.

Kharis menilai, salah satu tantangan dalam memperluas kepesertaan JKN di kalangan anak muda adalah rendahnya kesadaran terhadap risiko kesehatan. Kondisi fisik yang masih prima sering membuat sebagian pemuda belum memprioritaskan perlindungan kesehatan.

“Karena masih muda, terkadang mereka belum berpikir tentang sakit. Mereka baru menyadari pentingnya jaminan kesehatan ketika sudah mengalami sakit.

Ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus meningkatkan kesadaran pemuda agar mau mendaftarkan diri dalam Program JKN,” jelasnya.

Meski demikian, ia menyebut cakupan kepesertaan JKN di Kota Ambon telah mencapai sekitar 98 persen. Angka tersebut menunjukkan tingginya jangkauan program jaminan kesehatan, meskipun upaya sosialisasi dan perluasan kepesertaan tetap perlu dilakukan.

Lebih lanjut, Kharis berharap generasi muda Ambon terus mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kapasitas diri. Menurutnya, pemuda merupakan bagian penting dari keberlanjutan kepemimpinan dan pembangunan Kota Ambon pada masa mendatang.

Ia menegaskan, kesehatan harus menjadi modal utama bagi setiap pemuda untuk menghasilkan karya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Untuk para pemuda di Kota Ambon, teruslah berinovasi karena kalian merupakan tonggak sejarah kepemimpinan Ambon ke depan. Pertama, kesehatan itu wajib. Kalau katong sehat, katong bisa berbuat banyak. Kedua, harus memiliki kartu JKN atau jaminan kesehatan,” pungkasnya.

Melalui momentum 98 Tahun Sumpah Pemuda, BPJS Kesehatan berharap generasi muda tidak hanya memiliki semangat untuk berkarya dan membawa perubahan, tetapi juga membangun kesadaran menjaga kesehatan sebagai investasi penting dalam mewujudkan masa depan yang produktif. (ULN)