BKKBN Maluku Perkuat Pendampingan Keluarga di Laha, Capaian Tinggi Badan Anak Capai 88 Persen

Gemanusantara.net,AMBON  – Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku terus memperkuat percepatan penurunan stunting melalui strategi pendampingan keluarga berisiko dan kolaborasi lintas sektor.

Upaya tersebut saat ini difokuskan di Negeri Laha, Kota Ambon, yang menjadi lokus intervensi karena memiliki angka stunting tertinggi di wilayah Kota Ambon.

Dalam pelaksanaan program selama tiga bulan terhadap 59 anak, capaian pertumbuhan tinggi badan tercatat mencapai 88 persen, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 75 persen. Sementara capaian peningkatan berat badan berada pada angka 66 persen, dan menjadi fokus penguatan pada tiga bulan terakhir program.

Capaian itu disampaikan Kepala Regional Indonesia Timur Human Initiative, M. Jabal Nur, kepada media ini di Kantor Negeri Laha, Selasa (10/2/2026).

Menurut Jabal, capaian tersebut tidak terlepas dari pendekatan terintegrasi yang dilakukan bersama para mitra, termasuk peran Kemendukbangga/BKKBN Maluku yang mendorong penguatan pola asuh, edukasi keluarga, serta pendampingan kepada orang tua agar intervensi gizi berjalan konsisten.

“Untuk indikator tinggi badan, target sudah terlampaui. Sisa waktu tiga bulan ini kami fokus pada peningkatan berat badan agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Program ini dilaksanakan melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan Kemendukbangga/BKKBN Maluku, Pelindo Regional 4 Ambon, BPOM Ambon, Puskesmas Tawiri, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, STIKES Latumenten, serta organisasi profesi seperti IDI dan Ikatan Apoteker Indonesia.

Khusus penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dukungan diberikan oleh Pelindo Regional 4 Ambon melalui dana CSR. Sementara BPOM memperkuat program melalui pendampingan monitoring dan evaluasi, pelatihan ketahanan pangan, serta edukasi untuk memastikan anak benar-benar mengonsumsi makanan tambahan yang diberikan.

Jabal menambahkan, Negeri Laha menjadi lokus kedua setelah sebelumnya intervensi dilakukan di Tulehu, yang juga termasuk wilayah dengan angka stunting tinggi di Provinsi Maluku.

Melalui kolaborasi yang semakin diperkuat, Kemendukbangga/BKKBN Maluku berharap program ini mampu memberi kontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting di Maluku yang masih berada di atas indikator nasional, sekaligus memperluas dampak intervensi berbasis keluarga di berbagai wilayah.