Gemanusantara.net, Seram Bagian Timur — Sebanyak 17 warga lanjut usia (lansia) dari Desa Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), resmi diwisuda usai menuntaskan seluruh rangkaian Sekolah Lansia Kencana Tahun 2025.
Acara penuh haru dan kebanggaan itu digelar di Aula Kementerian Agama Kabupaten SBT, Jumat (31/10/2025).
Dari para wisudawan, sebagian besar berusia di atas 58 tahun. Mereka adalah bagian dari generasi tangguh yang membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia.
Program ini digagas oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Maluku, sebagai wadah pembelajaran bagi para lansia agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan berdaya guna.
Selama enam bulan, dari Mei hingga Oktober 2025, para peserta mendapat pendampingan dari penyuluh KB, kader Bina Keluarga Lansia (BKL), tenaga kesehatan Puskesmas Perawatan Bula, dan fasilitator Dinas P2KB SBT.
Materi yang diajarkan pun beragam, mulai dari kesehatan fisik dan mental, pengelolaan stres, keterampilan produktif, gizi lansia, hingga olahraga ringan.
Dalam sambutan Bupati SBT yang dibacakan oleh Wakil Bupati Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena, S.IP., M.A., pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada para lansia yang tak pernah berhenti menuntut ilmu.
“Saya merasa bangga dan terharu melihat antusiasme bapak dan ibu sekalian dalam belajar, meskipun usia tidak lagi muda. Ini menjadi teladan bagi generasi muda bahwa belajar tak mengenal usia,” ujarnya.
Ia menilai, Sekolah Lansia merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia.
“Melalui sekolah ini, para lansia diajak tetap aktif dan berdaya guna bagi keluarga dan lingkungan, sejalan dengan visi pembangunan keluarga berkualitas sepanjang siklus kehidupan,” tambahnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si, turut hadir dan menyampaikan bahwa lansia merupakan aset bangsa yang harus dijaga kesehatannya.
“Program Sekolah Lansia di kelompok BKL diharapkan menjadi pendidikan informal yang membantu pemangku kepentingan dalam merancang program pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas hidup lansia,” katanya.
Hingga September 2025, Kabupaten SBT tercatat memiliki 112 kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) di 17 kecamatan yang terdaftar dalam aplikasi SIGA BKKBN.
Dari seluruh kelompok itu, BKL Kencana Wailola menjadi Sekolah Lansia pertama di SBT sekaligus yang ketujuh di Provinsi Maluku dengan lulusan resmi yang telah diwisuda.
Dr. Mauliwaty mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kabupaten SBT, Kecamatan Bula, serta para PKB/PLKB dan tim pengajar yang setia mendampingi oma-opa selama proses belajar.
“Kami bangga dengan para orang tua yang begitu aktif belajar. Semoga program ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.
Dalam penutupnya, ia berpesan penuh makna kepada para wisudawan,
> “Hidup hanya sekali, jangan menua tanpa arti. Jagalah kesehatan, semangat, dan kebahagiaan, karena keberadaan kita menjadi sumber cinta dan kekuatan bagi keluarga.”
Wisuda Sekolah Lansia Kencana Wailola menjadi simbol kuat bahwa pendidikan tak terbatas oleh usia. Para oma dan opa di SBT kini menjadi pelopor lansia tangguh, sehat, dan bahagia serta sumber inspirasi bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Selain wisuda lansia, acara tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Forum GenRe Kabupaten SBT oleh Wakil Bupati Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena.(ULN)







