Gemanusanatara.net, BURSEL – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Waisili (IPPMW) bersama Solidaritas Mahasiswa Buru Selatan mendesak Polda Maluku segera mengungkap kasus pembunuhan terhadap almarhum Gafar Wawangi, warga Desa Waesili, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan.
Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum IPPMW, La Ujil Lapodi, dalam audiens bersama KSPKT Polda Maluku, Kanit Intel, dan jajaran, usai aksi demonstrasi yang digelar kemarin.
Lapodi menegaskan, kasus pembunuhan yang terjadi pada 8 November 2025 itu sudah hampir 90 hari berjalan, bahkan 15 saksi telah diperiksa, namun hingga kini belum ada kejelasan pelaku.
“Polsek Waesama dan Polres Buru Selatan terkesan lamban dan tidak serius. Ini pembunuhan, bukan kasus kecil. Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam ketakutan,” tegas Lapodi.
Hal tersebut juga disampaikan Lapodi kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Jumat, 6 Februari 2026.
Demikian dikatakan dalam tuntutannya, IPPMW meminta pelaku segera ditangkap, serta mendesak Kapolda Maluku mencopot Kapolres Buru Selatan dan Kapolsek Waesama karena dinilai gagal menjalankan tugas secara profesional.
IPPMW juga menyoroti tidak adanya transparansi kepada keluarga korban, termasuk SP2HP yang disebut belum diberikan, padahal itu merupakan hak keluarga untuk mengetahui perkembangan kasus.
“Keterlambatan seperti ini melemahkan kepercayaan masyarakat. Kepolisian harus tunjukkan hasil nyata, bukan hanya janji,” tegas Lapodi.
IPPMW menegaskan, jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan berarti, pihaknya akan kembali menggelar aksi lanjutan di depan Polda Maluku untuk menuntut evaluasi serius terhadap jajaran Polres Buru Selatan dan Polsek Waesama.
Menurutnya, Hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan maupun identitas pelaku.” pungkasnya. (ULN)







