Dies Natalis ke-44 FPIK Unpatti Jadi Momentum Perkuat Inovasi dan Kolaborasi Menuju Daya Saing Global

Gemanuaantara.net, AMBON – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura (Unpatti) resmi mencanangkan rangkaian Dies Natalis ke-44 yang mengusung tema “FPIK Berdampak untuk Menyongsong Semangat Baru dengan Inovasi, Kolaborasi, dan Kreativitas Menuju Globalisasi”, Kamis (17/7), di pelataran Gedung FPIK Unpatti.

Pencanangan tersebut menjadi titik awal penguatan komitmen FPIK dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta memperluas jejaring kolaborasi guna mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Pattimura, Prof. Dr. Pieter Kakisina, S.Pd., M.Si., mengatakan perjalanan 44 tahun FPIK merupakan tonggak penting yang mencerminkan konsistensi fakultas dalam mendukung kemajuan Universitas Pattimura melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

“Selama empat dekade lebih, FPIK telah menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pilar pengembangan Universitas Pattimura, khususnya dalam menghasilkan sumber daya manusia, penelitian, dan inovasi di bidang kelautan serta perikanan,” ujarnya.

Prof. Kakisina menjelaskan, angka 44 pada Dies Natalis tahun ini memiliki makna filosofis. Jika dijumlahkan menjadi angka delapan, yang dalam berbagai budaya melambangkan keberlanjutan, kemajuan, dan optimisme. Filosofi tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus melahirkan karya inovatif yang berdampak bagi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika memanfaatkan momentum Dies Natalis sebagai ruang mempererat sinergi bersama alumni melalui program “Rumah Tua Perikanan Panggil Pulang”, yang dirancang sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi alumni FPIK dari Maluku, berbagai daerah di Indonesia, hingga mancanegara.

Menurutnya, jejaring alumni merupakan modal strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik, membuka peluang kemitraan, meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus memperluas kontribusi fakultas terhadap pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Sementara itu, Dekan FPIK Universitas Pattimura, Prof. Dr. Yoisye Lopulalan, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa usia ke-44 merupakan refleksi atas dedikasi para pendiri, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta kepercayaan masyarakat yang terus mengantarkan FPIK berkembang hingga saat ini.

Menurutnya, Dies Natalis tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi harus dimaknai sebagai momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen dalam mewujudkan visi fakultas yang unggul dan berdaya saing.

“Tema yang diusung tahun ini mencerminkan tekad FPIK untuk menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan kreativitas yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan sektor kelautan dan perikanan,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah fakultas tidak hanya diukur dari jumlah lulusan ataupun capaian akademik, melainkan juga dari kemampuan menghasilkan riset inovatif dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu menjawab tantangan pengelolaan sumber daya kelautan, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pembangunan perikanan berkelanjutan.

Prof. Yoisye menegaskan, arah pengembangan FPIK hingga tahun 2029 difokuskan pada terwujudnya fakultas yang unggul, berbasis kepulauan, berdaya saing global, dan berkelanjutan melalui penguatan kualitas pendidikan, peningkatan produktivitas riset, perluasan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, optimalisasi pengabdian kepada masyarakat, serta penerapan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Rangkaian Dies Natalis ke-44 FPIK Universitas Pattimura akan berlangsung hingga 7 September 2026 dengan berbagai agenda, di antaranya field trip dan study tour ke desa binaan, FPIK Goes to School, lomba, pameran dan Expo FPIK, penyusunan Naskah Akademik Kebangkitan FPIK, hingga puncak perayaan Dies Natalis.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, FPIK Universitas Pattimura berharap mampu memperkuat kolaborasi antara sivitas akademika, alumni, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat guna menghadirkan inovasi yang berdampak serta mendukung kemajuan sektor kelautan dan perikanan, khususnya di Provinsi Maluku sebagai wilayah kepulauan. (ULN)