Dosen Unpatti Perkuat Kemandirian Perempuan Liang Lewat Inovasi Olahan Komoditas Lokal

Berita226 Dilihat

Gemanusantara.net, AMBON – Universitas Pattimura (Unpatti) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi komoditas lokal.

Komitmen tersebut diwujudkan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menyasar kaum perempuan Jemaat GPM Liang, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada 29 Juni 2026 itu mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan Melalui Diversifikasi Produk Olahan Berbasis Komoditas Lokal” dan bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk pangan bernilai tambah yang berpotensi menopang ekonomi keluarga.

Ketua Tim PkM, Sophia G. Sipahelut, S.P., M.Sc., menjelaskan bahwa Maluku memiliki kekayaan sumber daya pangan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui transfer pengetahuan dan teknologi pengolahan pangan, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan berbagai produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Maluku memiliki kekayaan komoditas lokal yang sangat melimpah. Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi ilmu dan keterampilan agar komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk yang bernilai tambah, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mendorong lahirnya usaha-usaha baru yang dikelola oleh perempuan di tingkat jemaat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh materi mengenai teknologi pengolahan berbagai komoditas unggulan daerah. Sophia membawakan materi pengolahan kelapa, sementara Dr. Ir. Meity Mailoa, M.Si. mengulas peluang pengembangan produk berbasis pisang dan sagu. Adapun Dr. Cynthia G. C. Lopulalan, S.P., M.Si. memperkenalkan inovasi teknologi pengolahan keladi menjadi aneka produk pangan bernilai jual.

Tidak hanya mengikuti sesi penyuluhan, para peserta juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan berbagai produk olahan berbahan baku kelapa, pisang, sagu, dan keladi. Pendekatan praktik tersebut dirancang agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri, bahkan dikembangkan menjadi usaha mikro berbasis rumah tangga.

Ketua Majelis Jemaat GPM Liang, Pdt. Izack Huwae, S.Si., menyampaikan apresiasi atas kepedulian Universitas Pattimura yang menghadirkan program pemberdayaan sesuai dengan potensi sumber daya yang dimiliki masyarakat setempat.

Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga membuka peluang lahirnya usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memperkuat kemandirian ekonomi jemaat.

“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian dari Universitas Pattimura atas pelaksanaan kegiatan ini. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan oleh para peserta dan berkembang menjadi usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memperkuat kemandirian ekonomi jemaat,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Pattimura kembali menegaskan komitmennya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menghadirkan inovasi dan pendampingan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan komoditas lokal sebagai penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Maluku.