Gemanusantara.net,Ambon, 4 Februari 2026 – Kondisi membahayakan jiwa manusia kembali terjadi di perairan Maluku. Seorang warga Dusun Tapinalu, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dilaporkan hilang saat pergi memancing di sekitar Perairan Tanjung Ulatu.
Informasi tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon melalui laporan BPBD SBB pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 15.42 WIT. Korban diketahui berangkat memancing menggunakan longboat sekitar pukul 03.00 WIT.
Namun pada pukul 10.00 WIT, pihak keluarga menerima informasi bahwa longboat milik korban ditemukan nelayan setempat dalam kondisi mengapung, tetapi korban tidak berada di dalamnya. Korban diduga terjatuh dari longboat saat berada di laut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Ambon langsung mengerahkan satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) menuju lokasi kejadian pada koordinat 3°16’25.66″S – 127°52’22.29″E. Lokasi berada pada jarak sekitar 50,7 nautical mile dengan heading 318,42° arah barat laut dari Dermaga BRIN Ambon.
Pada pukul 18.45 WIT, Tim Rescue Kansar Ambon tiba di Dusun Tapinalu dan melakukan koordinasi dengan keluarga korban serta unsur SAR gabungan. Setelah itu, operasi SAR hari pertama dihentikan sementara karena kondisi sudah gelap dan akan dilanjutkan pada hari berikutnya.
Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa upaya pencarian akan kembali dilanjutkan pada pagi hari, termasuk rencana pelaksanaan penyelaman apabila cuaca memungkinkan.
“Setelah kami terima informasi tersebut, kami kerahkan tim melalui jalur laut menggunakan Rigid Buoyancy Boat. Setelah tiba dan berkoordinasi dengan keluarga, upaya pencarian dihentikan sementara karena hari sudah gelap dan akan dilanjutkan besok pagi. Dugaan sementara korban terjatuh dari longboat. Kami berharap cuaca besok bersahabat sehingga tim dapat melaksanakan operasi penyelaman,” ujarnya.
Arafah juga menyampaikan bahwa sebelumnya masyarakat setempat telah melakukan pencarian, namun hingga saat ini belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Korban diketahui bernama Aply Siolimbona (Laki-laki/74 tahun).
Dalam operasi SAR tersebut, unsur yang terlibat terdiri dari Basarnas, Polairud Polres SBB, Polsek Huamual, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta masyarakat setempat.
Adapun alat utama dan perlengkapan SAR yang dikerahkan meliputi Rigid Buoyancy Boat (RBB), peralatan selam, AquaEye, alat komunikasi, serta longboat milik masyarakat.
Sementara kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan berawan, dengan angin barat laut hingga barat berkecepatan 22 knots, serta tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. (ULN)







