Gemanusantara.net,AMBON ,5 Februari 2026 – PT Pelindo Terminal Petikemas Operasi Ambon mencatat pertumbuhan arus petikemas sekitar 3–4 persen sepanjang tahun 2025. Kenaikan ini dipicu meningkatnya aktivitas transitment, bertambahnya ekspor komoditas unggulan, serta penguatan kinerja operasional terminal.
Manager Operasi PT Pelindo Terminal Petikemas Ambon, Nursan, menyampaikan bahwa realisasi arus petikemas pada 2025 mencapai 112.000 boks, meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Menurutnya, komoditas ekspor dari Maluku yang paling mendominasi adalah kopra, disusul besi tua, serta hasil laut beku yang terus mengalami peningkatan permintaan.
Sementara itu, untuk arus bongkar atau impor, Pelindo mencatat kebutuhan konsumsi masyarakat masih mendominasi, terutama sembako yang sebagian besar masuk melalui jalur pengiriman dari Surabaya.
Guna mempercepat pelayanan kapal serta mencegah antrean sandar, Pelindo Ambon kini menerapkan sistem kerja 24 jam penuh dengan pola tiga shift.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi peningkatan pelayanan terminal, sekaligus untuk memastikan arus petikemas berjalan lancar dan efisien.
“Semakin cepat kapal dilayani, semakin besar peluang peningkatan volume,” ujar Nursan.
Di sisi lain, Manager Penunjang Operasi Pelindo Ambon, Andre Richo, menjelaskan bahwa perekonomian Ambon saat ini masih didominasi sektor konsumsi. Menurutnya, minimnya sektor produksi besar seperti pertanian dan perikanan turut mempengaruhi perputaran barang dan jasa.
Andre juga menambahkan, efisiensi belanja pemerintah ikut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, termasuk arus distribusi barang yang masuk dan keluar melalui terminal.
Untuk tahun 2026, Pelindo Ambon menargetkan arus petikemas mencapai 119.000 boks atau tumbuh sekitar 5–6 persen. Target tersebut akan didorong melalui peningkatan perawatan alat bongkar muat, optimalisasi operasional, serta penguatan pelayanan kapal agar waktu sandar semakin cepat. (ULN)













