Haji Umar Kei Kembali Berangkatkan 8 Jamaah Umroh Gratis

Gemanusantara.net, Bekasi — Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Haji Umar Kei Ohoitenan, SH, kembali menunjukkan kepedulian dan keteladanan dalam ibadah. Ia memberangkatkan delapan jamaah umroh sebagai “tamu Allah SWT” ke Tanah Suci, dengan seluruh biaya perjalanan dan akomodasi ditanggung penuh secara pribadi.

Delapan jamaah yang diberangkatkan yakni Husen Fakaubun, Moh. Padang Rahakbauw, M. Arjuna Junior Ohoitenan, Safwan Husin Ohoitenan, Rasya Langit Raditya Ohoitenan, Sri Rahayu, Renabon Rahanar, serta Mahroza (Intan).

Menjelang keberangkatan, keluarga besar Haji Umar menggelar Doa Ratib Ibadah Umroh di Aula UK Masjid Ar-Romlah, Binalindung, Kota Bekasi, Rabu (4/2/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga besar, para habaib, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga jajaran keluarga besar FPMM.

Acara diawali pembacaan Kalam Ilahi oleh Nanda Safwan Husin Ohoitenan, putra ke-19 Haji Umar Ohoitenan, bersama gurunya Husen Fakaubun. Lantunan ayat suci dan doa yang dibawakan dengan fasih membuat suasana ratiban terasa hangat, syahdu, dan penuh makna.

Dalam sambutannya, Drs H. Hasan Yeubun menyampaikan bahwa lokasi tersebut sudah berulang kali menjadi tempat pelaksanaan ratiban jamaah umroh. Ia juga menyebutkan keberangkatan serupa terakhir berlangsung pada Juli 2025 dan dijadwalkan kembali pada Agustus 2026.

“Kita doakan semoga Allah SWT selalu memberi kekuatan kepada Bapak Umar dan keluarga, agar terus dimudahkan dalam ikhtiar ibadah ini, serta semakin banyak jamaah yang diberangkatkan,” ucapnya.

Yeubun menegaskan, perjalanan umroh bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi perjalanan rohani yang membutuhkan kesabaran, ketenangan, dan kedekatan pribadi dengan Allah SWT. Ia berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kemudahan hingga kembali ke tanah air.

Rangkaian doa ratiban dipimpin Ustad Drs Dahlan Rahayaan, M.Ikom, sementara ceramah hikmah umroh disampaikan Ustad Drs Qosim Matdoan. Suasana semakin haru saat talbiyah dikumandangkan, disertai doa serta permohonan maaf keluarga kepada para jamaah yang akan berangkat.

Pemandu acara menyebut, jumlah jamaah yang telah diberangkatkan Haji Umar Kei selama ini sudah tidak terhitung. Namun, bagi Umar sendiri, angka bukanlah ukuran.

Ia mengaku tidak pernah menghitung berapa kali memberangkatkan jamaah maupun biaya yang dikeluarkan. Baginya, kebahagiaan terbesar adalah melihat orang lain dapat menunaikan ibadah dengan tenang, nyaman, dan penuh kekhusyukan.

Lebih dari sekadar program sosial, langkah ini menjadi cermin bahwa umroh adalah bentuk kerinduan manusia untuk mendekat kepada Allah SWT.

Melalui keluarga besar FPMM, semangat tersebut terus dirawat dalam berbagai gerakan silaturahmi, penguatan persaudaraan, hingga upaya rekonsiliasi sosial, agar nilai-nilai agama tetap hidup dan memberi manfaat nyata di tengah masyarakat.