MBG di SMP Negeri 19 Ambon Tuai Apresiasi

Gemanusantara.net, AMBON – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di SMP Negeri 19 Ambon sejak Maret tahun lalu berjalan lancar, aman, dan memberikan dampak positif bagi kesehatan siswa. Program ini dinilai sangat membantu pemenuhan gizi peserta didik, khususnya yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMP Negeri 19 Ambon, Novy Gaspersz, S.Pd, saat diwawancarai media di ruang kerjanya, Senin (26/1/2026).

Novy menjelaskan, pemenuhan makanan bergizi bagi 800 lebih siswa dilaksanakan dengan baik tanpa kendala berarti. Seluruh proses distribusi makanan berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

“Secara keseluruhan pelaksanaan MBG di sekolah kami berjalan lancar dan aman,” ujar Novy.

Ia menuturkan, sejak awal pelaksanaan, pihak sekolah telah menjalin kerja sama dengan tim gizi yang melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada siswa. Bahkan saat bulan puasa, program tetap berjalan dengan pengaturan khusus agar siswa tetap mendapatkan asupan bergizi.

“Program ini sudah berjalan sejak Maret sebelum puasa. Saat puasa pun anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi dengan penyesuaian,” jelasnya.

Menurut Novy, koordinasi antara pihak sekolah, SPPG, serta tim dari pusat berjalan dengan sangat baik. Jika terjadi perubahan jadwal distribusi makanan, pihak sekolah selalu mendapatkan pemberitahuan lebih awal sehingga pelayanan kepada siswa tidak terganggu.

“Yang terpenting, sampai saat ini tidak pernah terjadi kasus keracunan makanan atau keluhan kesehatan dari siswa. Semua dipantau secara rutin,” tegasnya.

Terkait makanan yang sempat terbuang pada awal pelaksanaan program, Novy mengungkapkan hal tersebut disebabkan menu yang belum sepenuhnya sesuai dengan selera siswa. Namun setelah dilakukan evaluasi dan penyesuaian menu, makanan kini selalu habis dikonsumsi.

“Sekarang anak-anak makan habis. Kualitas beras dan bahan makanan juga sangat baik, sehingga pemenuhan gizi siswa benar-benar terjaga,” katanya.

Lebih lanjut, Novy menegaskan bahwa Program MBG sangat membantu siswa SMP Negeri 19 Ambon, mengingat mayoritas peserta didik berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah.

“Dari sekitar 800-an siswa, hanya sekitar 10 persen yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke atas. Selebihnya menengah ke bawah. Program ini sangat membantu orang tua dan siswa,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari evaluasi, pihak sekolah secara rutin melakukan penimbangan berat badan siswa setiap bulan. Selain itu, hasil skrining kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas Benteng pada September hingga Oktober lalu menunjukkan adanya kenaikan berat badan siswa sebagai dampak positif dari program MBG.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak puskesmas. Tahun ini direncanakan pemeriksaan lanjutan pada Maret atau April. Orang tua siswa juga sangat mendukung dan menyambut baik program ini,” tutupnya.   (ULN)