Gemanusantara.net, AMBON – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat tata kelola organisasi dengan menggelar Rapat Pembahasan Identifikasi Risiko, Senin (24/1/2026).
Langkah ini menjadi fondasi awal dalam membangun sistem manajemen risiko yang terukur, sistematis, dan berkelanjutan.
Rapat strategis tersebut dihadiri seluruh perwakilan tim kerja di lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dan dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo.
Dalam arahannya, dr. Mauliwaty menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk memastikan seluruh program dan kegiatan berjalan efektif serta mampu mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.
“Manajemen risiko harus diidentifikasi dan dipetakan secara komprehensif. Dengan pemetaan yang tepat, kita dapat mengantisipasi berbagai potensi risiko sejak dini dan menyiapkan langkah mitigasi yang lebih terukur serta efektif,” tegasnya.
Melalui forum ini, setiap unit kerja secara aktif melakukan identifikasi terhadap berbagai risiko strategis maupun operasional yang berpotensi menghambat pelaksanaan program BKKBN.
Proses tersebut dilakukan secara partisipatif dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan transparansi sebagai pilar utama tata kelola yang baik.
Hasil rapat ini akan menjadi dasar penyusunan peta risiko organisasi yang komprehensif, sehingga setiap potensi kendala dapat diantisipasi lebih awal dan dampak risiko terhadap kinerja organisasi dapat diminimalkan secara signifikan.
Rapat identifikasi risiko ini menegaskan keseriusan Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku dalam menerapkan manajemen risiko terintegrasi, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mewujudkan organisasi yang efektif, efisien, adaptif, dan berorientasi pada hasil. (ULN)












