Gemanusantara.net, AMBON — Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si, menegaskan bahwa perayaan Natal merupakan momentum strategis untuk merefleksikan nilai kasih, perdamaian, dan solidaritas sosial dalam rangka memperkuat ketahanan serta kualitas keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Penegasan tersebut disampaikan Mauliwaty Bulo dalam sambutannya pada Perayaan Natal Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Maluku yang berlangsung di Aula Kantor BKKBN Provinsi Maluku, Jumat, 19 Desember 2025.
Menurut Mauliwaty, keluarga merupakan unit sosial terkecil sekaligus pilar utama dalam pembangunan nasional.
Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga menjadi aspek fundamental dalam menyiapkan generasi yang sehat, berdaya saing, dan berkarakter, guna mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
“Tema Natal tahun ini menjadi semangat bagi kita selaku aparatur negara dan pelayan masyarakat untuk berkarya secara optimal dengan seluruh potensi yang Tuhan anugerahkan, dalam melayani, memberdayakan, dan membantu sesama, khususnya dalam memperkuat ketahanan keluarga,” ujarnya.

Program-program tersebut antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta penguatan pembangunan keluarga berbasis budaya dan kearifan lokal.
Selain itu, Mauliwaty menekankan pentingnya upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak melalui pencegahan kehamilan dan persalinan berisiko atau yang dikenal dengan konsep empat terlalu, yakni terlalu muda (usia kehamilan di bawah 20 tahun), terlalu tua (usia di atas 35 tahun), terlalu banyak (jumlah kelahiran lebih dari empat anak), dan terlalu dekat (jarak kelahiran kurang dari dua tahun).
“Melalui pendekatan ini, diharapkan ketahanan keluarga dapat meningkat, generasi yang berkualitas dapat disiapkan, serta keluarga lansia menjadi sehat, mandiri, dan tangguh,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh jajaran BKKBN serta para pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan komunikasi yang efektif, serta mengedepankan kreativitas dan inovasi dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga agar memberikan dampak yang berkelanjutan.
Mauliwaty menambahkan, nilai-nilai Natal seperti kasih, kerendahan hati, keadilan, dan kepedulian sosial harus menjadi landasan dalam setiap bentuk pelayanan publik, sehingga kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si atas nama pribadi dan keluarga menyampaikan ucapan Selamat Merayakan Natal Kristus 25 Desember 2025 kepada seluruh umat Kristiani, serta Selamat Menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2026.
Ia berharap semangat Natal dapat terus menumbuhkan rasa aman, damai, dan sejahtera di tengah masyarakat, serta mendorong kontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting, kemiskinan, dan memperkuat ketahanan keluarga di Maluku sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.” harapnya. (ULN).








