Gemanusantara.net,AMBON – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kualitas kepribadian warga binaan melalui pembinaan kerohanian yang berkelanjutan.
Bersama Yayasan Bina Guna Mandiri, Lapas Ambon menggelar ibadah Buka Usbu bagi warga binaan beragama Kristen, Senin (8/6), dalam suasana yang penuh khidmat dan sarat makna spiritual.
Kegiatan diawali dengan puji-pujian dan penyembahan melalui lagu-lagu rohani yang menghadirkan suasana damai serta memperkuat semangat kebersamaan di antara warga binaan.
Ibadah kemudian dilanjutkan dengan penyampaian khotbah yang menekankan bahwa keselamatan dan panggilan kudus bukan diperoleh karena perbuatan manusia, melainkan merupakan anugerah kasih karunia Allah melalui Kristus Yesus.
Pelaksanaan ibadah ini menjadi bagian penting dari program pembinaan kepribadian di Lapas Ambon yang bertujuan membentuk karakter, memperkuat iman, serta memberikan motivasi positif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, S. Hendra Budiman, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan merupakan salah satu sarana efektif dalam membangun mental dan spiritual warga binaan agar lebih siap menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan mendapatkan kesempatan untuk bertumbuh secara rohani. Ibadah ini adalah ruang bagi mereka untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, merefleksikan diri, serta menemukan harapan baru dalam hidup mereka,” ujar Hendra.
Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga menyentuh sisi spiritual sebagai fondasi utama dalam proses perubahan perilaku warga binaan.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Bina Guna Mandiri, Bapak Talahatu, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama Lapas Ambon dalam menghadirkan pelayanan rohani bagi warga binaan.
“Kami hadir bukan hanya untuk membagikan firman Tuhan, tetapi juga untuk berjalan bersama mereka dalam proses pemulihan, penguatan iman, dan pembentukan karakter. Kami percaya setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Kehadiran para pelayan rohani dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga binaan. Salah satunya, warga binaan berinisial K, mengaku memperoleh ketenangan batin dan semangat baru setelah mengikuti ibadah.
“Saya merasa lebih damai setelah mengikuti ibadah ini. Lagu pujian dan firman Tuhan membuat saya yakin bahwa masih ada harapan bagi hidup saya dan masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui kegiatan pembinaan kerohanian yang konsisten, Lapas Ambon berharap dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga menjadi tempat pembentukan karakter yang mampu melahirkan pribadi-pribadi yang lebih baik, beriman, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat. ( ULN)







