Warga Binaan Lapas Ambon Produksi Dua Gerobak Sampah untuk Kantor Kelurahan Batu Meja

AMBON, GemaNusantara.net – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali menghasilkan karya produktif. Kali ini, warga binaan berhasil menyelesaikan pesanan dua unit gerobak sampah dari Kantor Kelurahan Batu Meja, Rabu (28/10/2026).

Pembuatan gerobak tersebut berlangsung di bengkel kerja Lapas Ambon dengan melibatkan warga binaan yang mengikuti program pelatihan keterampilan bidang pengelasan dan pengerjaan logam.

Proses produksinya mencakup pemotongan besi siku dan pelat, perakitan kerangka melalui pengelasan, hingga pengecatan menggunakan bahan antikarat.

Setiap tahapan dikerjakan untuk menghasilkan gerobak yang kokoh, rapi, dan mampu menunjang kebutuhan operasional kebersihan lingkungan.

Hasil pekerjaan ini sekaligus memperlihatkan bahwa program pembinaan di dalam Lapas dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dari sisi pengelolaan, hasil penjualan gerobak tersebut akan dibagi sesuai ketentuan, yakni disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan diberikan sebagai premi atau upah kerja kepada warga binaan yang terlibat dalam proses produksi.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, menjelaskan bahwa pembinaan kemandirian tidak sekadar memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kedisiplinan dan tanggung jawab dalam bekerja.

“Melalui program kemandirian ini, kami tidak hanya melatih keterampilan teknis para warga binaan, tetapi juga menanamkan etos kerja yang produktif agar mereka memiliki bekal positif saat bebas nanti,” ujar Zulkipli.

Apresiasi terhadap hasil produksi tersebut juga disampaikan perwakilan Kelurahan Batu Meja, Aditya Tauran. Ia menilai kualitas dua gerobak sampah yang dikerjakan warga binaan mampu memenuhi kebutuhan operasional kebersihan di wilayahnya.

“Kami sangat puas dengan hasil kerja para warga binaan di Lapas Ambon. Kualitas gerobak sampah ini sangat kokoh dan pengerjaannya juga rapi, sangat membantu operasional kebersihan di wilayah Kelurahan Batu Meja,” ungkap Aditya.

Manfaat program ini turut dirasakan warga binaan yang terlibat langsung dalam pengerjaan. Salah seorang warga binaan berinisial DT mengaku memperoleh pengalaman baru sekaligus kesempatan mengembangkan kemampuan di bidang pengelasan.

“Kami sangat bersyukur bisa dilibatkan dalam pembuatan gerobak ini. Selain mendapat ilmu dan keahlian baru di bidang pengelasan, kami juga senang bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luar dan mendapat premi untuk tabungan kami,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian menjadi bagian dari upaya membentuk warga binaan agar memiliki kemampuan, kepercayaan diri, dan kesiapan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Pembinaan kemandirian adalah wujud nyata komitmen Lapas Ambon untuk mengubah warga binaan menjadi insan yang mandiri, produktif, andal dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat setelah mereka menyelesaikan masa pembinaannya,” tegas Hendra.

Penyelesaian pesanan dua gerobak sampah ini menjadi gambaran bahwa keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menghasilkan produk bermanfaat sekaligus membuka peluang ekonomi.

Melalui kerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat, Lapas Ambon terus mengembangkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk menghasilkan karya dan membangun masa depan yang lebih baik. (ULN)