BKKBN Maluku Perkuat Program Keluarga, ELSIMIL Jadi Perhatian

AMBON,GemaNusantara.net— Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku memperkuat evaluasi dan koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan jangkauan program pembangunan keluarga, mulai dari persiapan kesehatan calon pengantin hingga pendampingan anak dan pemberdayaan lanjut usia.

Salah satu perhatian BKKBN Maluku ialah pemeriksaan kesehatan calon pengantin melalui aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (ELSIMIL), yang berdasarkan data yang disampaikan dalam Forum Komunikasi Publik baru mencapai 14 persen.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, mengangkat berbagai persoalan pelaksanaan program tersebut dalam Forum Komunikasi Publik di Aula Kantor Perwakilan BKKBN Maluku, Rabu (21/10/2026).

Bagi BKKBN Maluku, forum ini menjadi kesempatan untuk menghimpun masukan masyarakat sekaligus membangun kesamaan pemahaman antara pemerintah, akademisi, media, dan mitra pelaksana program.

Edi menekankan bahwa keberhasilan program pembangunan keluarga membutuhkan komunikasi dua arah. Pemerintah tidak hanya perlu menyampaikan kebijakan, tetapi juga mendengarkan pengalaman masyarakat untuk mengetahui kebutuhan dan kendala yang muncul di lapangan.

Pemeriksaan kesehatan calon pengantin menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pasangan membangun keluarga yang sehat. Melalui ELSIMIL, BKKBN mendorong perhatian terhadap kondisi kesehatan sebelum kehamilan sebagai salah satu langkah mendukung pencegahan stunting.

Capaian 14 persen menjadi perhatian yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. BKKBN bersama para pemangku kepentingan perlu memperkuat penyebarluasan informasi agar calon pengantin memahami manfaat pemeriksaan kesehatan dan pentingnya persiapan sebelum memasuki masa kehamilan.

Namun, peningkatan capaian juga membutuhkan identifikasi kendala secara tepat agar langkah perbaikan sesuai dengan kondisi masyarakat di Maluku.

Selain ELSIMIL, BKKBN Maluku membahas pelaksanaan sejumlah program pembangunan keluarga, antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dan Lansia Berdaya.

Pembahasan juga mencakup program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok sasaran 3B.

Edi mengungkapkan bahwa pengalaman penerima manfaat memberikan gambaran mengenai manfaat sejumlah program yang telah berjalan. Meski demikian, ia menilai dukungan terhadap beberapa program masih perlu diperluas.

Salah satunya TAMASYA, yang membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendorong penyediaan fasilitas pengasuhan anak.

BKKBN Maluku juga memberikan perhatian terhadap peran ayah dalam perkembangan anak melalui GATI.

Dalam kegiatan terkait, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon turut memberikan dukungan sosial dan pendampingan emosional kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan terhadap tumbuh kembang anak dan penguatan hubungan dalam keluarga.

Forum Komunikasi Publik melibatkan unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, media, serta kelompok penerima manfaat.

Sejumlah peserta berasal dari Pusat Studi Kependudukan Universitas Pattimura, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Maluku, OPD pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kota Ambon, Institut Agama Kristen Negeri Ambon, serta perangkat daerah yang menangani pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan urusan sosial.

Perwakilan Diskominfo Maluku, Biro Humas Setda Maluku, KPPG Provinsi Maluku, kelompok Kampung KB, PIK-R, SIDAYA atau Sekolah Lansia, IPeKB Maluku, wartawan, serta penerima manfaat program turut mengikuti kegiatan tersebut.

Edi berharap komunikasi antara BKKBN, pemerintah daerah, akademisi, media, dan masyarakat terus berlangsung meskipun tidak sedang berada dalam forum resmi.

Menurutnya, pertukaran informasi secara berkelanjutan diperlukan untuk menjaga keterhubungan antara perencanaan program dan kebutuhan masyarakat.

Ia juga menekankan peran media dalam menyampaikan informasi mengenai program Kemendukbangga/BKKBN secara jelas sehingga masyarakat mengetahui manfaat dan layanan yang dapat mereka akses.

Melalui penguatan komunikasi publik dan kerja sama lintas sektor, BKKBN Maluku mendorong pelaksanaan program pembangunan keluarga yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan percepatan pencegahan stunting di Maluku. (ULN)