Warga Binaan Lapas Ambon Hasilkan Furnitur Berkualitas, Selesaikan Pesanan 6 Meja

AMBON,GemaNusantara.net — Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon membuktikan kemampuan dan keterampilan mereka melalui produksi furnitur berkualitas.

Kali ini, warga binaan yang tergabung dalam bengkel kerja berhasil menyelesaikan pesanan enam meja untuk melengkapi fasilitas kafe Koperasi Konsumen Lapas Ambon, Rabu (14/10/2026).

Penyelesaian pesanan tersebut menunjukkan produktivitas warga binaan dalam mengembangkan keterampilan kerja sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomis.

Melalui program pembinaan kemandirian, Lapas Ambon terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengasah kemampuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Warga binaan mengerjakan enam meja tersebut melalui beberapa tahapan teknis dengan mengutamakan kerapian dan ketelitian.

Mereka memulai proses produksi dengan memotong besi hollow untuk membentuk rangka utama meja, kemudian mengecat rangka tersebut sebelum memasang tripleks sebagai permukaan meja.

Untuk memperkuat tampilan dan memberikan kesan modern, warga binaan melapisi permukaan meja menggunakan HPL (High Pressure Laminate).

Tahapan pengerjaan ini menghasilkan furnitur yang mendukung kebutuhan fasilitas kafe sekaligus memperlihatkan keterampilan warga binaan dalam bidang pertukangan dan pembuatan furnitur.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, menjelaskan bahwa penyelesaian pesanan tersebut mencerminkan sinergi antara Seksi Kegiatan Kerja dan Koperasi Konsumen Lapas Ambon.

Ia mengapresiasi ketelitian warga binaan dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai kebutuhan koperasi.

“Kami sangat bangga melihat hasil karya perkayuan warga binaan yang tidak kalah dengan standar pasaran luar.

Melalui mekanisme pesanan ini, seluruh proses keuangan dikelola sesuai ketentuan, di mana hasil penjualan disetorkan untuk PNBP dan para warga binaan yang bekerja mendapatkan premi sebagai hak atas hasil keringat mereka,” ungkap Zulkipli.

Selain mengasah keterampilan, kegiatan produksi tersebut juga memberikan nilai ekonomi bagi warga binaan.

Pengelola menyetorkan hasil penjualan furnitur sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai ketentuan, sekaligus mengalokasikan sebagian hasilnya untuk pemberian premi kepada warga binaan yang terlibat dalam pengerjaan.

Salah seorang warga binaan berinisial FG mengaku bersyukur karena mendapat kepercayaan untuk menyelesaikan pesanan enam meja tersebut. Kesempatan itu mendorongnya untuk meningkatkan keterampilan, ketelitian, dan rasa percaya diri dalam bekerja.

“Saya sangat bersyukur diberi kepercayaan untuk menyelesaikan pesanan meja kafe ini. Proses pengerjaan dari pemotongan besi, perakitan rangka, pengecatan, hingga tahap finishing pelapisan HPL melatih kerapian kami.

Ditambah lagi adanya premi yang kami terima, ini menjadi dorongan moral yang sangat berarti bagi saya dan teman-teman,” tutur FG.

Ketua Pengurus Koperasi Konsumen Lapas Ambon, Hendrina Mataheru, juga mengapresiasi kualitas enam meja hasil produksi warga binaan.

Menurutnya, furnitur tersebut memiliki konstruksi yang kokoh, pengerjaan yang rapi, dan tampilan yang sesuai dengan konsep interior kafe koperasi.

“Kualitas enam unit meja yang dikerjakan oleh warga binaan sangat memuaskan, pengerjaannya presisi dan hasilnya kokoh.

Kami dari pihak koperasi tentu sangat mendukung pemenuhan sarana dan prasarana kafe dengan memanfaatkan hasil karya warga binaan sendiri karena mutunya terbukti berdaya saing,” kata Hendrina.

Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, mengapresiasi produktivitas warga binaan yang mampu menghasilkan furnitur bernilai ekonomis.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan kemandirian yang menghubungkan peningkatan keterampilan dengan manfaat ekonomi.

“Pengerjaan pesanan meja ini membuktikan bahwa pembinaan di Lapas Ambon berjalan secara produktif dan memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Kami bertekad untuk terus mendorong program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, akuntabel melalui penyetoran PNBP, serta mampu memberikan reward berupa premi bagi warga binaan agar mereka siap menjadi pribadi mandiri di masa depan,” tegas Hendra.

Melalui kegiatan produksi furnitur ini, Lapas Ambon terus mengembangkan pembinaan yang membekali warga binaan dengan keterampilan praktis dan pengalaman kerja.

Kemampuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk membangun kemandirian ekonomi dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana. (ULN)