Hesta van Harling Padukan Pembinaan Karakter dan Kemandirian Warga Binaan

AMBON,Gemanusantara.net  – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon, Hesta van Harling, memperkuat pembinaan karakter dan kemandirian warga binaan melalui penanaman kedisiplinan serta keterlibatan dalam program ketahanan pangan.

Upaya tersebut disampaikan saat memimpin apel warga binaan di lapangan olahraga Lapas Perempuan Ambon, Senin (12/10).

Dalam arahannya, Hesta menekankan pentingnya kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib, dan kesungguhan dalam mengikuti setiap program pembinaan.

Menurutnya, proses pembinaan di dalam lapas perlu memberikan manfaat nyata bagi perubahan perilaku sekaligus mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan ketika kembali ke masyarakat.

Salah satu bentuk pembinaan kemandirian diwujudkan melalui kegiatan kelompok kerja di bidang pertanian.

Program ini melibatkan warga binaan dalam penanaman cabai, terong, dan seledri, serta budidaya selada menggunakan sistem hidroponik.

Hesta mendorong seluruh warga binaan untuk mengambil bagian secara aktif dalam kegiatan tersebut.

Selain mendukung program ketahanan pangan, aktivitas pertanian menjadi sarana pembelajaran untuk membangun tanggung jawab, melatih kedisiplinan, dan mengembangkan kemampuan praktis.

“Warga binaan harus memanfaatkan setiap kesempatan pembinaan dengan sebaik-baiknya.

Melalui kegiatan kelompok kerja, mereka dapat belajar disiplin, bertanggung jawab, dan mengembangkan keterampilan yang bermanfaat.

Saya berharap seluruh warga binaan berpartisipasi aktif sehingga kegiatan ini memberikan hasil nyata dan menjadi bekal positif setelah kembali ke masyarakat,” tegas Hesta.

Pemanfaatan lahan untuk budidaya berbagai jenis tanaman dan penerapan sistem hidroponik juga memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan dalam mengelola kegiatan pertanian.

Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal pengetahuan yang berguna untuk mendukung kemandirian mereka setelah menyelesaikan masa pidana.

Selain menyampaikan arahan mengenai kedisiplinan, apel warga binaan menjadi sarana komunikasi antara pimpinan dan warga binaan untuk memperkuat komitmen dalam menjaga ketertiban serta mendukung keberhasilan program pembinaan.

Salah seorang warga binaan berinisial A yang mengikuti kegiatan kelompok tani mengaku senang memperoleh kesempatan mempelajari teknik budidaya pertanian selama menjalani pembinaan.

“Saya merasa senang bisa terlibat dalam kegiatan kelompok tani di Lapas Perempuan Ambon. Melalui kegiatan ini, saya belajar cara menanam dan merawat berbagai jenis tanaman, seperti cabai, terong, seledri, serta selada hidroponik.

Kegiatan ini memberikan pengalaman dan keterampilan baru bagi saya yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ungkap A.

Bagi Lapas Perempuan Kelas III Ambon, pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan merupakan bagian yang saling melengkapi dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah masa pidana.

Kedisiplinan membentuk tanggung jawab, sedangkan kegiatan produktif membuka kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, Hesta van Harling bersama jajaran Lapas Perempuan Ambon mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang mendukung perubahan perilaku, pengembangan potensi, dan kemandirian warga binaan.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat “Pembinaan Bermartabat, Perempuan Berdaya”, yang menempatkan pembinaan sebagai kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat. (ULN)