AMBON, Gemanusantara.net – Pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan, terutama dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah keluarga dan masyarakat.
Komitmen tersebut terus diperkuat Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon, Hesta van Harling, melalui pembinaan kepribadian Islam yang berlangsung di Masjid An-Nur, Senin (12/6).
Pembinaan ini menjadi ruang bagi warga binaan untuk memperdalam pemahaman agama, memperkuat keimanan, serta menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Lapas Perempuan Ambon melaksanakan kegiatan tersebut dengan melibatkan Kementerian Agama Kota Ambon melalui pendampingan keagamaan.
Hesta van Harling menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam mendorong perubahan positif selama warga binaan menjalani masa pidana. Menurutnya, penguatan spiritual perlu berjalan seiring dengan upaya membentuk akhlak dan kesadaran untuk memperbaiki diri.
Ia berharap warga binaan dapat mengikuti setiap kegiatan pembinaan dengan sungguh-sungguh serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.
Pembinaan tersebut juga menghadirkan Lutfi Wael, Penyuluh Agama Baguala dari Kementerian Agama Kota Ambon. Dalam pendampingan keagamaan ini, warga binaan mendapatkan penguatan mengenai pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal untuk membangun keteguhan hati, menumbuhkan kesadaran diri, serta menghadapi masa depan dengan semangat memperbaiki perilaku.
Salah seorang warga binaan berinisial C mengungkapkan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan memberinya kesempatan untuk memperdalam pemahaman Islam sekaligus melakukan refleksi diri.
Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan semakin termotivasi untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Lapas Perempuan Ambon, pembinaan kepribadian Islam merupakan bagian dari upaya membangun kualitas diri warga binaan, tidak hanya selama menjalani masa pidana, tetapi juga sebagai persiapan ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
Melalui sinergi dengan Kementerian Agama Kota Ambon, Hesta van Harling terus mendorong penguatan pembinaan spiritual sebagai salah satu unsur penting dalam proses pemasyarakatan.
Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan dapat menumbuhkan pribadi yang lebih baik, memperkuat akhlak, serta membangun kesiapan warga binaan untuk menata masa depan secara positif. (ULN)







