Gemanusantara.net, Maluku Tengah— Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa kebersamaan merupakan pilar strategis dalam mewujudkan pembangunan Maluku yang sejahtera, adil, dan berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah dan Sosialisasi Keuangan di Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (4/03/2026).
Menurut Gubernur, momentum Ramadan 1447 Hijriah harus dimaknai tidak hanya sebagai praktik ibadah ritual, tetapi juga sebagai ruang refleksi sosial yang memperkuat nilai solidaritas, empati, dan tanggung jawab kolektif dalam membangun daerah. “Kebersamaan adalah pilar strategis. Dari kebersamaan itulah lahir kekuatan untuk mewujudkan Maluku yang sejahtera, adil, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk konkret keberpihakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
Intervensi tersebut dilakukan melalui penyediaan komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga terjangkau guna meredam potensi gejolak inflasi.
“Stabilisasi harga bukan sekadar kebijakan ekonomi, tetapi bagian dari tanggung jawab moral pemerintah dalam memastikan kesejahteraan rakyat,” ulasnya.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui sosialisasi yang digelar bersamaan dengan kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga.
Menurutnya, masyarakat perlu dibekali pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan perbankan, serta perencanaan ekonomi keluarga agar memiliki kapasitas adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi. “Kemandirian ekonomi masyarakat hanya dapat terbangun jika didukung oleh tata kelola keuangan yang bijak dan produktif,” ucapnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, otoritas moneter, lembaga jasa keuangan, serta aparat pengawasan pangan dalam menjaga kelancaran distribusi dan mencegah distorsi pasar. Integrasi kebijakan lintas sektor merupakan prasyarat utama untuk menciptakan stabilitas ekonomi yang inklusif dan berorientasi jangka panjang.” katanya
“Semangat kebersamaan ini harus terus kita rawat sebagai fondasi pembangunan Maluku yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tutupnya.
Kegiatan yang dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Maluku, jajaran Organisasi Perangkat Daerah, perwakilan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, serta tokoh agama dan masyarakat itu kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kehangatan dan solidaritas. (ULN)







