GEMANUSANTARA.NET, AMBON – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN resmi memulai transformasi besar dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bangga Kencana Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Rakornas ini mengusung tema “Transformasi Kemendukbangga/BKKBN Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045.” Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd menegaskan, Kemendukbangga/BKKBN kini bertransformasi menjadi policy driver, integrator, serta penyedia data keluarga tunggal yang akurat sebagai fondasi intervensi program nasional.
Wihaji mengatakan, momentum Bonus Demografi Indonesia diperkirakan akan berakhir pada tahun 2040, sehingga diperlukan langkah cepat untuk menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dari keluarga.
“Kita memiliki waktu terbatas. Jika kita ingin mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan mewujudkan Indonesia Emas, kuncinya ada pada kualitas SDM yang dimulai dari dalam rumah,” ujarnya.
Dalam transformasi tersebut, Kemendukbangga/BKKBN menghadirkan lima program prioritas yang menyasar berbagai kelompok usia dan fase kehidupan keluarga. Lima program itu yakni GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), serta pengembangan AI-SuperApps Keluarga sebagai layanan digital terintegrasi.
Sambungnya, Kemendukbangga/BKKBN juga mengambil peran strategis dalam mendukung program prioritas Presiden, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Intervensi difokuskan pada tiga kelompok kunci (3B), yakni Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD.
“Penyuluh KB dan kader di lapangan adalah garda terdepan kita. Mereka yang memastikan gizi sampai ke piring ibu hamil dan balita di pelosok negeri dengan data yang akurat, by name by address,” katanya.
Rakornas Bangga Kencana 2026 turut ditandai dengan penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama dengan sejumlah mitra strategis, antara lain BPJS Ketenagakerjaan, BP Taskin, Kementerian Koperasi, Kowani, Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan, SKK Migas, Komnas Perempuan, UICI, hingga Kementerian Lingkungan Hidup.
Kerja sama tersebut bertujuan membangun ekosistem pembangunan yang inklusif, mulai dari perlindungan jaminan sosial pekerja informal, hingga penguatan ketahanan keluarga di wilayah terpencil.
Tutupnya, melalui transformasi ini Kemendukbangga/BKKBN menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai administrator kependudukan, tetapi juga sebagai “sahabat keluarga Indonesia” yang hadir mendampingi masyarakat di setiap fase kehidupan, demi mewujudkan generasi sehat, unggul, dan berdaya saing global pada 2045.
Kemendukbangga/BKKBN merupakan lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan keluarga berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pembangunan keluarga. Kemendukbangga/BKKBN menjalankan mandat berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta didukung regulasi lainnya seperti PP Nomor 87 Tahun 2014, Perpres Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, dan Perpres Nomor 181 Tahun 2024 tentang BKKBN. (ULN)













