Lapas Ambon Asesmen Tiga Warga Binaan Narkotika, Siapkan Rehabilitasi Berbasis Ketahanan Pangan

AMBON,GemaNusantara.net – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon menyiapkan program rehabilitasi berbasis ketahanan pangan bagi warga binaan kasus narkotika.

Sebagai langkah awal, tim asesor Lapas Ambon melakukan asesmen terhadap tiga warga binaan pengguna narkotika pada Rabu (7/10).

Asesmen tersebut bertujuan menyeleksi calon peserta sekaligus memetakan kesiapan mereka mengikuti program rehabilitasi.

Melalui program ini, Lapas Ambon memadukan upaya pemulihan dari ketergantungan narkotika dengan pelatihan keterampilan produktif di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Tim asesor internal Lapas Ambon melakukan serangkaian observasi perilaku, wawancara mendalam, serta evaluasi psikologis untuk menilai kesiapan mental dan motivasi setiap calon peserta.

Asesor Lapas Ambon, Hendry Lawalata, menjelaskan bahwa proses asesmen membantu tim mengidentifikasi potensi dan kesungguhan warga binaan untuk menjalani rehabilitasi.

“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan yang terpilih benar-benar memiliki komitmen kuat untuk berubah.

Melalui asesmen ini, kami menggali potensi serta kesiapan psikologis mereka agar program rehabilitasi berbasis ketahanan pangan nanti dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Hendry.

Salah satu warga binaan berinisial YM menyambut kesempatan tersebut dengan penuh harapan. Ia ingin mengikuti program rehabilitasi sekaligus mempelajari keterampilan pertanian sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Saya sangat berharap bisa terpilih dan mengikuti program ini. Saya ingin memanfaatkan kesempatan di Lapas Ambon ini untuk memperbaiki diri, meninggalkan masa lalu yang keliru, dan belajar keterampilan baru agar berguna saat kembali ke masyarakat nanti,” tutur YM.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Ambon, Meky Patty, menjelaskan bahwa rehabilitasi berbasis ketahanan pangan menjadi bagian dari strategi pembinaan terpadu.

Program tersebut menggabungkan pendekatan pemulihan kesehatan mental dengan pemberdayaan ekonomi agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menunjang kemandirian mereka.

“Pendekatan ini kami rancang selaras dengan kebutuhan warga binaan. Selain memulihkan mereka dari ketergantungan narkotika, kami ingin membekali mereka keahlian nyata di bidang ketahanan pangan supaya mereka memiliki bekal kemandirian yang produktif,” ungkap Meky.

Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, S. Hendra Budiman, turut mendukung pelaksanaan asesmen dan rencana program rehabilitasi tersebut.

Ia menegaskan bahwa Lapas Ambon terus mendorong pembinaan yang mengutamakan pemulihan, pengembangan potensi, dan kesiapan warga binaan untuk kembali berperan positif di masyarakat.

“Lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang pemulihan dan pembinaan.

Program rehabilitasi berbasis ketahanan pangan ini adalah wujud nyata kepedulian kami agar warga binaan kelak dapat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat sebagai pribadi yang sehat, produktif, serta bermanfaat,” tegas Hendra.

Melalui asesmen terhadap tiga warga binaan tersebut, Lapas Ambon berupaya memastikan program rehabilitasi menyasar peserta yang sesuai dengan kriteria dan siap mengikuti pembinaan.

Lapas Ambon berharap perpaduan rehabilitasi dan pelatihan ketahanan pangan dapat mendorong perubahan positif sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat.

(ULN)