Gerak Cepat Cegah Stunting, Verifikasi Genting Selamatkan Baduta Risiko Stunting di Desa Bula

Gemanusantara.net, AMBON –Upaya pencegahan stunting tidak cukup hanya mengandalkan data administratif. Hal tersebut dibuktikan melalui kegiatan verifikasi faktual Keluarga Risiko Stunting (KRS) sasaran Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Desa Bula, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, yang berhasil mendeteksi secara dini kondisi kesehatan baduta yang membutuhkan penanganan segera.

Kegiatan verifikasi faktual ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni Kamis, Jumat, dan Senin, 22, 23, serta 26 Januari 2026. Tim lintas sektor yang terlibat terdiri dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Seram Bagian Timur, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Ketua PKK Desa Bula, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta kader Posyandu.

Sebelum turun ke lapangan, tim terlebih dahulu melakukan koordinasi dan penyampaian laporan kepada Ketua PKK Desa Bula terkait data sasaran KRS serta data status gizi kurang yang diperoleh dari Puskesmas. Data tersebut menjadi dasar penentuan keluarga penerima manfaat Program Genting.

Verifikasi dilakukan melalui kunjungan rumah ke keluarga sasaran guna memastikan kesesuaian data sekaligus melihat kondisi faktual keluarga, khususnya terkait kesehatan ibu dan anak, lingkungan tempat tinggal, serta pola pengasuhan.

Dalam proses verifikasi, tim menemukan satu Keluarga Risiko Stunting kelompok baduta dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan. Baduta berinisial Y.T.P. mengalami diare selama lima hari dan berada dalam kondisi lemas. Menyikapi temuan tersebut, tim segera mengambil langkah cepat dengan merujuk baduta ke RSUD Bula untuk mendapatkan penanganan medis sebagai upaya pencegahan agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih serius.

Selain tindakan rujukan kesehatan, verifikasi faktual juga dimanfaatkan sebagai momentum edukasi kepada keluarga sasaran. Tim memberikan pemahaman mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Program Genting, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai intervensi strategis dalam mencegah stunting sejak dini.

Dari hasil kegiatan tersebut, sebanyak 15 Keluarga Risiko Stunting sasaran Program Genting berhasil diverifikasi. Tim juga mendokumentasikan berbagai faktor risiko stunting, seperti kondisi rumah, sanitasi lingkungan, dan akses layanan kesehatan yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak.

Sebagai tindak lanjut, Tim Pendamping Keluarga melakukan fasilitasi bantuan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi keluarga baduta Y.T.P. Fasilitasi ini dikoordinasikan bersama Kepala Desa Bula untuk mengupayakan kepesertaan BPJS-PBI, sehingga keluarga dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis di RSUD Bula.

Ke depan, hasil verifikasi faktual ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan laporan Keluarga Risiko Stunting sasaran Program Genting berdasarkan skala prioritas. Laporan tersebut akan disampaikan kepada tim pengendali Program Genting di DPPKB Kabupaten Seram Bagian Timur sebagai dasar penentuan intervensi lanjutan, termasuk pemetaan sasaran Program Genting dan Program Makan Bergizi Gratis.

Melalui verifikasi faktual ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya bahwa pencegahan stunting bukan sekadar program, tetapi aksi nyata yang dimulai dari deteksi dini dan penanganan cepat di tingkat keluarga. (ULN)