Dinas Lingkungan Hidup Temui Cara Ubah Sampah Jadi Eco- Enzym Tambah Income bagi Masyarakat, Ini Penjelasan Roy Siauta.

Gemanusantara.co.id,Ambon-Berbicara mengenai Sampah tidak akan pernah habisnya selama manusia masih mendiami bumi ini dan yang lebih parah lagi sampah tersebut tidak di buang pada tempatnya tetapi di buang sembarangan berakibatkan pencemaran lingkungan dan laut juga ikut tercemar.

Dapat di lihat pada laut yang berada di teluk Ambon di mana Gerakan bersih laut  yang pernah di lakukan oleh TNI dan Polri atas kerjasama yang di lakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Provinsi Maluku, dalam sehari mereka memungut sampah sebanyak 9,9 Ton hasil sebanyak ini
karena memang sumbernya itu dari daratan kota Ambon yang terdapat pada lima muara sungai besar di kota Ambon yang semuanya berakhir di Teluk Ambon, seperti sungai Wairuhu yang di galala,Wai Batumerah,Waitomu,WaiBatugaja
Dan Waibatu gantung,sampah itu sumber dari masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai tersebut,kontribusi mereka buang ke sungai dan di aliri kelaut belum lagi salah satu sumber sampah yang langsung aktivitasnya masyarakat buang ke laut itu pasar mardika tepatnya pada Pasar ikan itu pinggiran pasar ikan itu itu orang beraktivitas langsung buang ke laut.

Hal ini di katakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku,Drs.Roy.C.Siauta.M.Si kepada Media Gemanusantara.co.id saat di temui di ruang kerjanya pada hari Senin(13/11/2023).

menangani hal ini ada beberapa kegiatan yang sudah laksanakan DLH seperti Edukasi selalu di lakukan sampai ke RT/ RW ,bersama dengan Ibu-ibu PKK serta pihaknya juga melakukan kegiatan bersih sungai, serta melakukan kerja sama dengan salah satu lembaga yang berkedudukan di belanda untuk membangun litertrap yaitu alat perangkap sampah yang baru di bangaun tahun ini, untuk angkut sampah di tiga muara sungai wai batu gantung ,wai batu gajah dan wai batu merah sesuai dengan yang tersedia,”Papar Siauta.

Selain itu juga DLH membentuk Bank sampah di Kota Ambon maupun di luar kota yang sangat membantu masyarakat untuk bagaimna mengambil dan membeli sampah- Sampah Plastik agar punya nilai ekonomis, kemudian untuk sampah organik pihaknya sudah bekerja sama dengan salah satu bank sampah yang namanya “Nature Community.”

Lebih lanjut Siauta mengakui DLH sendiri sudah memproduksikan bahan dari sampah organik di olah menjadi Eco- Ensyme atau mama enzime yang sudah berlebel dan dipakai oleh perusahaan-perusahaan kosmetik dan kegunaannya selain untuk kesehatan kecantikan dasar kosmetik bisa juga untuk pertumbuhan tanaman tapi juga untuk kesehatan dan kecantikan lingkungan bisa di pakai untuk ngepel, cuci ,dan sikat gigi.” Akui Siauta.

Syauta menghimbau kepada masyarakat
Maluku secara keseluruhan dan Kota Ambon khususnya mari kita melihat sampah ini sebagai bagian yang harus dikelola dan sampah ini mempunyai nilai ekonomis yang tinggi jadi kalau dulu orang melihat sampah sesuatu yang kotor sesuatu yang menjijikan tapi jika dimanfaatkan dengan baik maka sampah memiliki nilai ekonomi sangat tinggi.
Apabila hal ini di sadari oleh masyarakat maka sampah dapat di jadikan sebagai bahan daur ulang sampah plastik .
selain bank sampah ada juga perusahaan pengelola plastik yang di hutumuri siap membeli semua jenis sampah plastik dari masyarakat maka sampah tersebut dapat menghasilkan uang.

Siauta juga berharap kesadaran masyarakat serta tanggung jawab untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan atau ke laut
Karena sampah tersebut sudah bisa dikelola dan ada nilai ekonomisnya di situ serta mendapatkan keuntungan yang sangat besar sekaligus dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dengan Income yang tinggi maka persoalan hidup dapat teratasi.” Pungkas Siauta.