Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon Cegah Pemborosan Air dan Kerusakan Fasilitas

Johan Seno Acton Ajak Pengguna Jasa dan Pekerja Menjaga Kebersihan, Inventaris, serta Kenyamanan Bandara

AMBON, GemaNusantara.net — Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon memperkuat budaya merawat fasilitas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jasa.

Manajemen Bandara Pattimura mengajak seluruh pengguna jasa dan pekerja menjaga fasilitas bersama. Langkah tersebut bertujuan menciptakan lingkungan bandara yang bersih, tertata, nyaman, dan ramah bagi masyarakat.

Kampanye “Budaya Rawat Fasilitas” muncul setelah manajemen menemukan dugaan pemborosan air, pembuangan sampah sembarangan, serta hilangnya sejumlah fasilitas sanitasi di beberapa titik toilet area kargo.

General Manager Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, mengatakan bandara merupakan ruang bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh pihak.

“Bandara adalah rumah bersama. Dengan merawat fasilitas seperti toilet dan area publik lainnya, kita turut menjaga kenyamanan perjalanan setiap orang,” kata Johan, Kamis (13/8/2026).

Ia mengajak seluruh pihak membangun kebiasaan sederhana dalam menjaga fasilitas bandara. Menurutnya, kebiasaan tersebut mencerminkan kedisiplinan dan profesionalisme seluruh ekosistem bandara.

Johan meminta pengguna jasa dan pekerja menutup keran air dengan sempurna setelah menggunakan fasilitas. Langkah sederhana itu dapat mencegah pemborosan air bersih.

Ia juga meminta seluruh pihak menjaga inventaris bandara. Pengguna jasa dan pekerja tidak boleh melepas, merusak, atau memindahkan fasilitas seperti keran, tempat sampah, dan perlengkapan lainnya.

Selain itu, manajemen mengajak seluruh pihak menggunakan tisu secukupnya. Pengguna fasilitas juga harus membuang tisu ke tempat sampah untuk mencegah penyumbatan wastafel dan kloset.

“Kami percaya bahwa kedisiplinan kecil seperti mematikan keran air, menjaga aset tetap di tempatnya, dan membuang tisu pada tempatnya adalah cerminan dari profesionalisme kita bersama,” ujarnya.

Johan berharap budaya tersebut tumbuh dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan Bandara Pattimura. Ia ingin seluruh pihak memiliki rasa memiliki terhadap bandara yang menjadi salah satu pintu gerbang utama Maluku.

“Kami percaya, layanan prima lahir dari lingkungan yang kita rawat bersama. Mari wujudkan Bandara Pattimura yang bersih, indah, dan menjadi pintu gerbang Maluku yang membanggakan,” tuturnya.

Manajemen Bandara Pattimura optimistis sinergi seluruh pihak dapat menjaga kebersihan, fasilitas, dan kenyamanan lingkungan bandara.

Kampanye tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Bandara Pattimura untuk menghadirkan standar pelayanan yang semakin baik.

Manajemen ingin pengguna jasa maupun pekerja merasakan lingkungan bandara yang nyaman dalam setiap aktivitas. (ULN)