Nelayan Tanimbar Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

Berita Utama36 Dilihat

Gemanusantara.net, AMBON – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Yohanis Malirafin (40), nelayan asal Desa Alusi Kelaan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat menyelam untuk memanah ikan.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua operasi pencarian, Minggu (26/7/2026). sekitar pukul 13.00 WIT di perairan Desa Lornwembun, sekitar 150 meter dari lokasi kejadian awal.

Setelah ditemukan, jenazah dievakuasi menuju Desa Alusi Kelaan dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Koordinator Pos SAR Saumlaki, Wahyunan Samal, menjelaskan bahwa operasi pencarian kembali dilanjutkan pada hari kedua setelah korban dilaporkan tenggelam saat menyelam pada Sabtu (25/7/2026).

“Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 13.00 WIT oleh Tim SAR Gabungan. Selanjutnya korban dievakuasi menuju kediamannya di Desa Alusi Kelaan untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Wahyunan mengungkapkan, laporan mengenai kondisi membahayakan jiwa manusia diterima Pos SAR Saumlaki dari BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 14.55 WIT.

Berdasarkan informasi yang diterima, sekitar pukul 00.40 WIT, empat warga Desa Alusi Kelaan berangkat menuju perairan Desa Lornwembun untuk menyelam dan memanah ikan.

Namun hingga pukul 05.00 WIT, hanya tiga orang yang berhasil kembali ke pantai, sedangkan Yohanis Malirafin tidak muncul ke permukaan.

Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga kejadian itu dilaporkan kepada Pos SAR Saumlaki untuk dilakukan operasi pencarian.

“Alhamdulillah, pada hari kedua operasi SAR korban berhasil ditemukan dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup,” kata Wahyunan.

Operasi SAR melibatkan Pos SAR Saumlaki, Polairud Polda Maluku, Polres Kepulauan Tanimbar, BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, serta masyarakat setempat. Tim menggunakan sejumlah sarana, di antaranya Rescue Car, Rubber Boat, dan longboat milik warga.

Selama proses pencarian, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan hujan ringan dengan angin bertiup dari arah barat hingga barat laut berkecepatan sekitar 31 knot serta tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing setelah operasi dinyatakan berakhir. (ULN)