OJK Maluku dan Pemkab Kepulauan Aru Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan dan Akses Permodalan Nelayan

Ekonomi69 Dilihat

Gemanusantara.net, DOBO, 17 Juni 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah kepulauan.

Hal ini ditunjukkan melalui audiensi dan koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru guna memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala OJK Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemkab Kepulauan Aru atas komitmennya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan di daerah.

Menurutnya, kondisi geografis Kepulauan Aru sebagai wilayah kepulauan tidak boleh menjadi hambatan bagi masyarakat untuk memperoleh akses layanan keuangan yang aman, mudah, dan terjangkau.

Kepala OJK Maluku menegaskan bahwa pemerataan akses keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Aru menyambut baik inisiatif dan pendampingan yang diberikan oleh OJK Provinsi Maluku.

Ia menegaskan kesiapan Pemkab Aru untuk menggerakkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna berkolaborasi aktif dalam wadah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Menurut Bupati, sektor perikanan yang menjadi salah satu potensi unggulan Kepulauan Aru membutuhkan dukungan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.

Karena itu, sinergi antara Pemkab Aru dan OJK melalui TPAKD diharapkan mampu membuka peluang akses permodalan yang lebih luas bagi para nelayan lokal sehingga dapat meningkatkan kapasitas usaha dan taraf hidup mereka.

Audiensi tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk melakukan evaluasi berkala serta turun langsung ke lapangan guna memastikan berbagai program TPAKD berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kerja sama yang semakin erat antara OJK Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, kedua pihak optimistis bahwa peningkatan inklusi keuangan yang merata akan menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing di Kepulauan Aru. (ULN)