Program KB Turunkan Angka Kelahiran, Tapi Pemerataan Masih Jadi PR

Gemanusantara.net, AMBON – Sejak awal dijalankan, program Keluarga Berencana (KB) telah menunjukkan hasil nyata bagi Indonesia.

Angka Fertilitas Total (TFR) turun dari 5,6 anak per perempuan di tahun 1970-an menjadi 2,1 pada tahun 2024.

Selain itu, prevalensi kontrasepsi modern meningkat hingga 61,7%, unmet need turun ke 11,1%, sementara angka kelahiran remaja berhasil ditekan menjadi 18 per 1.000 kelahiran.

Namun, menurut Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, capaian ini masih belum merata di seluruh provinsi.

“Pemerataan akses dan kualitas layanan KB adalah tantangan utama yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya dalam peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia di Kota Metro, Lampung, Kamis (25/9/2025).

Sebagai upaya menjawab tantangan, BKKBN menggelar Pelayanan KB Serentak pada 1–12 September 2025 dengan target 684.784 akseptor.(ULN)