Gemanusantara net, AMBON – “Anemia pada remaja bukan hanya soal lemas atau pucat. Ini ancaman nyata bagi masa depan bangsa.”
Pernyataan tegas itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr Mauliwaty Bulo,M.Si., saat membuka kegiatan GenRe Goes to School di SMA Swasta Advent Ambon, Selasa (12/8/2025).
Kegiatan bertema “Gizi Merdeka, Siswa-Siswi Sehat” ini menjadi bagian strategi hulu percepatan penurunan stunting, melalui edukasi gizi dan pencegahan anemia pada remaja.
“Data menunjukkan anemia pada remaja putri di Maluku masih tinggi. Dampaknya bukan main-main yaitu konsentrasi belajar terganggu, produktivitas turun, risiko kehamilan berisiko meningkat, hingga lahirnya bayi stunting di masa depan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan membentuk generasi sehat tak cukup mengandalkan remaja saja, melainkan perlu keterlibatan keluarga, khususnya ayah.
Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia, para ayah diharapkan aktif terlibat dalam pengasuhan, menjadi teladan pola hidup sehat, memastikan gizi anak, dan menciptakan lingkungan penuh kasih sayang.
“Keterlibatan ayah terbukti meningkatkan kesejahteraan fisik, mental, dan emosional anak.
Ini benteng kuat melawan anemia, stunting, dan perilaku berisiko di masa remaja,” jelasnya.
Ia menutup sambutan dengan mengajak para siswa menjadi agen perubahan, menyebarkan pengetahuan tentang gizi seimbang dan pencegahan anemia ke keluarga dan lingkungan.
“Generasi Emas 2045 hanya bisa lahir dari remaja yang sehat, cerdas, dan punya rencana,” tandasnya.(AJP)







