Gemanusantara.net, AMBON — Keluarga yang berkualitas merupakan fondasi utama lahirnya generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, M.Sc., MSE., saat menjadi narasumber dalam Seminar Parenting Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Ambon yang mengusung tema “Membangun Generasi Sehat dan Berkualitas Melalui Pola Asuh Positif dan Gizi Seimbang Menuju Indonesia Emas 2045”.
Dalam kegiatan yang dihadiri jajaran Tim Penggerak PKK Kota Ambon, kader PKK, kader Posyandu, serta para orang tua tersebut, Edi Setiawan mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya TP PKK, untuk terus memperkuat peran keluarga dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul sejak usia dini.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam proses tumbuh kembang anak.
Karena itu, penerapan pola asuh positif, pemenuhan gizi seimbang, serta penguatan ketahanan keluarga menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang sehat secara fisik, cerdas secara intelektual, dan kuat secara mental.
Ia menjelaskan, berbagai tantangan yang dihadapi keluarga saat ini, mulai dari stunting, masalah kesehatan mental anak dan remaja, penggunaan gawai yang berlebihan, hingga minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan, membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.
“Pembangunan keluarga tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, TP PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk memastikan setiap anak mendapatkan pengasuhan yang baik serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya,” ujarnya.
Melalui seminar parenting tersebut, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pola komunikasi yang sehat dalam keluarga, pemenuhan kebutuhan gizi anak sejak dini, serta strategi membangun hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak.
Edi berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman para orang tua dan kader PKK tentang pentingnya pengasuhan yang tepat sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Generasi emas tidak lahir begitu saja, tetapi dibentuk dari keluarga yang kuat, sehat, harmonis, dan penuh kasih sayang.
Karena itu, mari bersama-sama memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (ULN)







