Gemanusantara.net, AMBON – Dewan Pimpina Wilayah (DPW) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPI) Provinsi Maluku menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi di Hall Lantai II Gedung Baru Pasar Mardika, Ambon, Kemarin yang melibatkan sejumlah pedagang dan seorang anggota Provost TNI.
Ketua DPW IKAPI Maluku, Muhammad Marasabessy, didampingi Ketua DPD IKAPI Kota Ambon, Muhammad Ashar Ohorella, menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman atau miskomunikasi yang terjadi di lapangan dan tidak berkaitan dengan institusi TNI secara keseluruhan.
“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa kejadian yang terjadi hanyalah sebuah kesalahpahaman antara kami, beberapa pedagang, dan oknum yang terlibat.
Karena itu, kami berharap persoalan ini tidak digiring ke arah yang dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi tertentu,” ujar Marasabessy dalam keterangan persnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran IKAPI Provinsi Maluku dan IKAPI Kota Ambon untuk menghapus berbagai unggahan di media sosial yang berkaitan dengan insiden tersebut guna mencegah berkembangnya informasi yang dapat memperkeruh suasana.
Menurut Marasabessy, tindakan yang dilakukan oleh oknum yang terlibat merupakan tindakan pribadi dan tidak dapat dijadikan representasi dari institusi TNI.
“Kami menyadari bahwa tindakan tersebut tidak mewakili institusi TNI. Oleh sebab itu, kami memandang persoalan ini sebagai kesalahpahaman yang telah diselesaikan secara baik melalui komunikasi dan mediasi,” katanya.
IKAPI Maluku juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang telah membuka ruang dialog sehingga persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan penuh rasa saling menghormati.
“Kami bersyukur karena pihak TNI telah memberikan ruang mediasi sehingga masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Pertemuan yang berlangsung menjadi bukti bahwa komunikasi yang baik adalah jalan terbaik dalam menyelesaikan setiap persoalan,” ungkapnya.
Atas nama seluruh pengurus dan anggota IKAPI, Marasabessy menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa terganggu atau terdampak akibat insiden tersebut.
“Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak atas kejadian yang terjadi. Kami berharap ke depan komunikasi dan koordinasi antar semua pihak dapat semakin diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.
Lebih lanjut, IKAPI berharap hubungan kemitraan dengan TNI di Maluku dapat terus diperkuat dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penataan pasar dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, keberadaan TNI memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk di kawasan pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat.
“Kami berharap ke depan IKAPI dan TNI dapat terus bersinergi, bergandengan tangan menjaga situasi yang kondusif serta bersama-sama membangun ekonomi kerakyatan di pasar-pasar yang ada di Maluku, khususnya Pasar Mardika dan Pasar Batu Merah,” tutup Marasabessy. (ULN)







