BKKBN Maluku dan Balai POM Ambon Perkuat Kolaborasi Edukasi Remaja dan Ketahanan Keluarga

Gemanusantara.net, AMBON – Komitmen membangun generasi muda yang sehat, berkualitas, dan bebas dari pengaruh negatif obat-obatan terlarang terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Hal tersebut ditandai dengan pertemuan antara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE., dan Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Ambon, Tamran Ismail, di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam menjajaki berbagai peluang kerja sama yang dapat mendukung pembangunan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda di Maluku.

Dalam diskusi yang berlangsung penuh keakraban dan semangat kolaboratif, kedua pihak membahas sejumlah program yang berpotensi disinergikan, khususnya dalam bidang edukasi kesehatan dan pembinaan remaja.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah rencana pembekalan bagi pendidik sebaya yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) terkait bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan zat berbahaya lainnya.

Program tersebut dinilai penting sebagai upaya memperkuat kapasitas remaja agar mampu menjadi agen perubahan sekaligus penyebar informasi positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Selain itu, BKKBN Maluku dan Balai POM Ambon juga membahas penguatan edukasi kesehatan bagi remaja serta dukungan terhadap berbagai program yang menyasar keluarga sebagai unit terkecil dalam pembangunan masyarakat.

Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, Dr. Edi Setiawan, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi remaja saat ini membutuhkan pendekatan yang komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak.

Sementara itu, Kepala Balai POM di Ambon, Tamran Ismail, menyambut baik peluang kerja sama yang dapat dibangun bersama BKKBN Maluku. Edukasi sejak dini mengenai keamanan obat dan bahaya penyalahgunaan zat berbahaya dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang sehat dan produktif.

Selain membahas program-program konkret, kedua pihak juga mendiskusikan peluang kolaborasi melalui forum lintas sektor bersama berbagai mitra strategis lainnya.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi serta memperkuat implementasi program di lapangan.

Melalui sinergi yang dibangun, BKKBN Maluku dan Balai POM Ambon optimistis dapat menghadirkan program-program edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung terwujudnya keluarga berkualitas dan generasi muda yang unggul menuju Indonesia Emas 2045. (ULN)