Keluarga Besar Lapas kelas IIA Ambon Rayakan Natal. Wattimena: Komitmen Implementasi Mou Tahun Depan.

Gemanusantara.co.id,Ambon Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon Bersama seluruh jajarannya serta seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP) turut memeriahkan Natal bersama sebagai tanda sukacita atas perubahan besar dan kasih Allah bagi kehidupan Umat Ciptaannya.

Dengan sorotan  Thema “Kami Datang Untuk Menyembah Yesus Sang Raja,” yang berlangsung di Aula kantor Lapas kelas IIA Ambon, pada pukul 9.30 hari  Kamis (14/12/2023).

Hadir dalam perayaan Natal tersebut, Kakanwil Kemenkumham Maluku, yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara dan Keamanan,Catherin. V. Picauly, perwakilan  MPH Sinode GPM Direktur LPJ, Ketua DPRD kota Ambon, Pimpinan OPD lingkup Pemerintah kota Ambon, Ketua Klasis Ambon Utara,Kepala UPT lingkup Kemenkumham Provinsi Maluku, Santi Paroki ,Danramil dan Kapolsek serta keluarga besar Lapas kelas IIA Ambon ,pegawai dan WBP .

Refleksi Natal yang di sampaikan oleh Pendeta Seteven Gaspersz, terambil dari kitab Injil  Matius pasal 2:1-12

Yang dapat di maknai oleh kita semua bahwa,ungkapan Haleluya adalah ungkapan kebesaran Tuhan

Karena sering kali kita tenggelam dalam kebesaran ritual seremonial hingga lupa kebesaran Tuhan

Maka ada dua titik kehidupan dalam perjalanan hidup kita yang di selimuti oleh rahasia , karena siapapun kita tidak pernah tau awal dan akhir dalam kehidupan kita.

Maka Ketika Yesus lahir ke dunia Ia mengubah cara hidup kita , cara pandang kita sehingga pertobatan itu bukan sekedar kita mengaku Haleluya puji Tuhan Yesus

Tetapi pertobatan itu adalah ketika kita menyadari bahwa dalam setiap pengalaman hidup kita Tuhan memberikan kesempatan untuk melihat jalan lain dalam keselamatan,” ucap Steven

Natal bukan sekedar lahir tetapi Natal adalah dinamika, Natal adalah perubahan, pertumbuhan dan gerakan kehidupan Kita dan Natal adalah proses dengan Tuhan melahirkan kembali hidup kita dari waktu ke waktu .

Untuk itu saudara saudaraku Natal itu adalah Hidup kita,bukan komunitas kita, dalam tradisi kita Greja kita, kekristenan kita.dan setiap harus ada  kegembiraan kita dan keceriaan kita bahkan sukacita Natal  membungkus hidup kita.

Karena Tuhan mengijinkan kita untuk melihat masa depan, ambil jalan lain pasti ada perubahan,dari tempat ini pembebasan Allah sedang terjadi karena kasih Allah,berkat berkat Allah yang di anugerahkan kepada kita.

Dalam keseharian kita bersuka cita setiap hari karena setiap hari Tuhan berikan nafas bagi kita ,Tuhan berikan tanda bahwa kita sangat berharga,” ucap Pendeta Steiven.

Kanwil Kemenkumham Maluku dalam sambutannya yang diwakili Kabid pelayanan, kesehatan, rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara dan Keamanan,Catherian V. Picauly mengatakan, untuk wilayah Maluku jumlah warga binaan sekitar 1.667 orang se- Maluku dan untuk lepas kelas IIA Ambon berjumlah  446 orang warga binaan yang  sebagian besar adalah masyarakat Kota Ambon.

Menurut Picauly,Fungsi kami melakukan tugas sesuai aturan yang berlaku yang namanya pola pembinaan sebagai  pilar penegak hukum  ada dua pola  yang di lakukan  yakni pertama adalah pola pembinaan kepribadian yang terdiri dari pembinaan spiritualitas dan intelektual  dari warga binaan.

Dari pola pembinaan yaitu pembinaan yang pertama kepribadian terhadap Tuhan yang maha kuasa dan bagaimna intelektualnya,” tutur Picauly.

Lebih jelas dikatakan bahwa,pembinaan  kemandirian dalam upaya mempersiapkan mereka yang sementara berada di lapas kelas IIA Ambon dan ketika mereka pulang mereka dapat menjadi yang berarti di masyarakat

Kami juga membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk membantu melakukan pembinaan agar ketika mereka bebas mereka dapat menjadi masyarakat yang taat hukum berdasarkan perubahan perubahan sesuai refleksi Natal yang dapat kita maknai bersama  di saat ini.

Sebelum mengakhiri sambutannya Picauly menyampaikan permohonan maaf dari Kakanwil Kemenkumham Maluku yang tidak sempat hadir karena tugas yang tidak bisa di tinggalkan, akhir sambutannya Picauly berikan sebuah kado terindah bagi seluruh Lapas kelas IIA Ambon bersama WBP,  yaitu sebuah tembang pujian yang menjadi inspirasi dalam memasuki hari Natal 2023.

Demikian pula sambutan dari Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, Muktar sampaikan terima kasih atas kehadiran semua tamu undangan teristimewa kepada PJ.Walikota Ambon,Bodewin Wattimena serta Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisutta yang telah hadir dalam perayaan Natal tersebut.

Lebih lanjut di katakan Mukhtar bahwa dengan Thema Natal ” kami datang untuk menyembah Yesus sang raja,” kiranya  kita dapat menjadikan momentum Natal ini  dengan selalu bersyukur dan saling menopang satu dengan yang lain dalam kebersamaan yang terbentuk menjadi kekuatan bagi kita semua.

Maka saya mengajak semuanya untuk dapat memberikan yang terbaik solidaritas, bekerja keras dan berdoa agar kecapaian kita harus lebih baik dari sebelumnya dan tidak lupa bersyukur atas apa yang Tuhan berikan kepada kita semua,” ungkap Mukhtar.

Menjadi seorang pemimpin yang bijaksana maka perayaan Natal ini Ia melibatkan  semua pegawai baik non muslim maupun muslim semua turut  berperan serta dalam mendukung jalannya perayaan Natal tersebut dengan segala mata acara yang di pentaskan.

Dan untuk kepanitiaan turut melibatkan pula WBP secara aktif  turut terlibat dalam kepanitiaan ini.

Menurut Mukhtar, semoga momentum natal bersama keluarga besar Lapas kelas IIA Ambon dapat melahirkan energi positif tentang moderasi beragama di lapas kelas IIA Ambon yang tercermin dalam kehidupan orang basudara dengan saling menghargai hakekat beragama dan kebersamaan serta  menjadi momen Natal sebagai kerukunan dan toleransi dalam mensyukuri berkat Tuhan,” tuturnya

Ia menyampaika terimakasih kepada  Kanwil Kemenkum Maluku dan jajaran Atas suport dan dukungan penuh bagi kami dapat bekerja lebih baik, dan ucapan terimakasih yang sama  kepada PJ.Walikota Ambon dan ketua DPRD kota Ambon dengan  harapan  kedepannya dapat bekerja sama dengan Pemerintah Kota

Agar  dapat mengambil peran aktif kedepannya untuk  warga binaan yang sebagian besar 95% dari WBP adalah warga kota Ambon  kedepannya dapat terlayani dengan baik,” katanya.

Trima kasih juga Ia sampaikan kepada ketua sinode yang bekerja sama dengan kemenkumham Maluku dalam tugas tanggung jawab mengambil peran  upaya pembinaan dan pendampingan umat bagi Agam kristen protestan yang merupakan warga GPM dalam ibadah Minggu  dan perayaan hari besar mengkkoordinir

WBP yang ada dalam proses pembinaan semoga dapat menjadi sesuatu yang berarti ketika ad di tengah tengah masyarakat.

Intinya dari Thema Natal tahun ini adalah bagaimna kita selalu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan  atas pencapaian kinerja lapas kelas IIA Ambon tahun 2023 dan akan melakukan evaluasi persiapan diri untuk masuk pada tahun yang baru  2024 semoga Tuhan memberkati kita Sekalian,” Pungkasnya.

Sambutan ketua sinode  yang di wakilkan oleh Direktur LPJ, Ia mengajak kita untuk naikan puji syukur atas kasih Tuhan hingga kita dapat merayakan Natal bersama  Lapas Kelas IIA Ambon saat ini.

Natal bagi orang percaya adalah peristiwa ilahi yang sangat misterius yang sepanjang waktu dan sepanjang sejarah tidak mudah untuk kita pahami sebagai manusia .

Karena Natal adalah peristiwa agung di mana Allah rela meninggalkan kemuliaannya dan mendatangi kita manusia berdosa di dunia ini, supaya kita di Ampuni dan di selamatkan,” katanya.

Itulah sebabnya Natal yang kita rayakan harus di sambut dengan hati yang penuh bersyukur dan sukacita,dengan penuh rasa penghormatan kepada Tuhan dan Juruslamat kita semua,” ucapnya.

Ketika kita ada dalam perayaan Natal kita harus merefleksikan apakah Natal masih memiliki arti dan apakah masih memberikan dampak dalam hidup kita

Seperti perayaan Natal yang  kita lakukan saat ini dan biarlah dengan peristiwa perayaan Natal hidup kita di baharui menjadi lebih baik oleh karena kesempatan yang Tuhan berikan yang dapat kita orientasikan agar dari waktu ke waktu dapat menjadi yang lebih baik,bahkan kerja kerja kita terus berlangsung dalam kebaikan dan kualitas dalam pelayanan dapat memberikan sukacita bagi semua orang yang kita layani.

Maka kelahiran Yesus melahirkan iman dan percaya kepadanya walaupun hidup kita di selimuti banyak masalah tetapi semuanya dapat diselesaikan bersama Kristus yang kita imani karna Allah Tuhan kita Adalah Allah yang berkuasa atas kehidupan kita, karena itu inspirasi Thema Natal dan refleksi natal kiranya mengingatkan kita bahwa Tuhan berkuasa sebagai raja selamanya kesadaran utk mengakui dan menyembahnya harus senantiasa kita katakan dengan hati yang bersih dan murni

Karna Tuhan berikan kesempatan buat kita semua untuk dapat melakukan yg terbaik dan menjadi berkat bagi orang banyak,” Tutupnya.

Sambutan  walikota Ambon patut kita panjatkan syukur kepada Tuhan yang maha kuasa karena di hari ini dalam suasana yang berbeda kita di berikan kesempatan untuk saling bertemu dan menyapa dalam perayaan Natal keluarga besar lembaga pemasyarakatan( lapas ) kelas IIA Ambon.

Jujur di akui suasana natal di hari ini kita merasa suasana yang sangat berbeda karna kita ada bersama orang orang yang membutuhkan perhatian kita, peran kita dan tanggung jawab kita  untuk melihat mereka di lapas kelas IIA Ambon.

Untuk itu ada tiga hal yang dapat kita maknai dalam perayaan Natal di lapas Kelas IIA Ambon yakni,

Pertama Natal ini memberikan kesempatan untuk kita bisa merubah.

ini bukan akhir dari segala galanya,kita masih bisa merubah diri kita agar kita bisa menjadi sesuai apa yang di inginkan dari kelahiran Yesus agar kita bisa memperbaiki semuanya.

Karena itu bagikita semua di saat ini, kesempatan untuk merubah , terus di berikan oleh Tuhan yang harus kita manfaatkannya agar hidup kita menjadi lebih berarti kedepan.

Kalau ada kesempatan kita untuk berubah maka kita harus di ikuti oleh  komitmen dalam diri kita untuk melakukan perubahan itu.

Karena yang bisa mengubah kita bukan lingkungan  kita tetapi diri pribadi kita

Ketiga jika kita sudah punya kesempatan dan komitmen maka kehidupan mereka akan hidup lebih baik kedepan .Wattimena juga menyarankan agar lapas kelas IIA Ambon untuk lakukan MoU dengan Pemerintaj kota Ambon agar bersinergi  melihat WBP dan dapat membantu mereka agar semuanya menjadi berati dan peristiwa ini merupakan komitmen kita utk sama sama melihat seluruh  WBP di lapas kelas IIA Ambon.(JP).