Gemanusantara.co.id,AMBON-Integrasi dana desa dengan program stunting dapat memberikan nilai tambah dalam percepatan penanganan keluarga berisiko stunting di wilayah desa.
Hal itu dikatakan Inspektur Wilayah I BKKBN MV. Chinggih Widanarto, SE, M.Si, C.FrA, CGCAE pada kegiatan Rembuk Stunting di Kabupaten Maluku Tengah (Maluku), bertempat di Desa/Negeri Lilibooi, Kamis (14/9/2023).
Widanarto mengatakan anggaran yang terbatas pada dana desa tidak harus menjadi penghambat untuk penanganan keluarga-keluarga berisiko stunting di desa, tapi menjadi pemacu semangat untuk membangun desa.
Ia juga berharap sinergitas dapat terbentuk dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK), sehingga konvergensi yang diharapkan bisa berdampak dan dirasakan oleh masyarakat Desa Lilibooi.
“Kerjasama atau sinergi yang terjalin bisa beraneka macam bentuknya misal dengan pemberian telur ke keluarga berisiko stunting di Desa Lilibooi, agar nantinya menghasilkan generasi cerdas menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Widanarto.
Sependapat dengan pernyataan Widanarto, Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Dra. Renta Rego meminta dana desa yang ada bisa optimal digunakan untuk membantu tugas-tugas TPK.
Kaper juga berharap Desa Lilibooi yang sudah zero stunting dipertahankan dan tetap waspada terhadap pemenuhan gizi ibu hamil yang berisiko stunting.
Di sela kegiatan Rembuk Stunting Inspektur Wilayah I BKKBN bersama Kepala Perwakilan BKKBN Maluku didampingi Koordinator Satgas Stunting Provinsi Maluku Lusiana Peilouw, Sekretaris Camat Leihitu Barat Khadijah Keliobas, S.Sip dan Sekretaris Desa/Negeri Lilibooi James Marlisa memberikan bantuan kepada keluarga berisiko stunting di Desa Lilibooi.
Pemberian bantuan tersebut berupa telur kepada anggota keluarga berisiko stunting, masing-masing kepada ibu hamil, ibu menyusui, calon pengantin dan ibu dengan anak di bawah dua tahun.
Rembuk Stunting merupakan salah satu rangkaian pramusyawarah desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2023. Juga menjadi amanat pemerintah pusat dan kabupaten terhadap pemerintah desa agar memprioritaskan penggunaan dana desa tahun 2023 untuk pencegahan dan penanganan stunting.
Kegiatan rembuk stunting yang digelar Pemerintah Desa/Negeri Lilibooi ini, diisi sesi penyuluhan pencegahan stunting dan juga pemberian bantuan telur dari Perwakilan BKKBN Maluku dan Inspektorat Wilayah I BKKBN kepada keluarga berisiko stunting di desa tersebut.
Kegiatan ini juga dihadiri Penyuluh KB Kecamatan Leihitu Barat, Tim Pendamping Keluarga, petugas gizi, Saniri Negeri, pimpinan Pustu, kader Posyandu, kader KPM, pendamping desa, guru PAUD, tokoh Masyarakat, tokoh Agama dan ibu hamil.
Tentang BKKBN
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.(**)







