Ambon,GemaNusantara.co.id-Stunting merupakan tujuan pemerintah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, karena menyangkut pola pikir anak.
Menurut Kepala Desa Negeri Lama kecamatan Baguala Kota Ambon,Otniel Maitimu, ada kekeliruan dalam pencatatan data angka Stunting yang sebenarnya di Desa Negeri Lama dengan pencatatan Data pada Dinas Kesehatan kota Ambon.
Data yang tercatat pada Dinas kesehatan untuk anak Stunting berjumlah 30 anak Stunting,melihat kondisi yang sebenarnya pada Desa Negeri Lama untuk anak Stunting hanya berjumlah 3 orang, sedangkan untuk anak kurang Gizi berjumlah 7 orang anak, dari jumlah 464 KK yang total penduduknya berjumlah 1800 orang dengan luas wilayah 4.50 km ,maka sebagai seorang Kepala Desa sangat mengetahui dengan jelas jumlah anak Stunting dan anak yang kurang gizi,” akui Maitimu pada media ini,Jumat(28/5/2023)
Untuk mengatasinya berbagai upaya di lakukan oleh kepala desa dan kader kader desa, seperti sosialisasi yang di berikan kepada masyarakat untuk memberlakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS) , Pemberian Makanan Tambahan ( PMT) berupa Susu,Telur, buah dan lain lain tetapi semuanya berpulang kepada masyarakat itu sendiri,” kata Maitimu.
Demikian di katakannya karena Stunting di Desa Negeri Lama pada bulan kemarin turun menjadi dua , di bulan Mei 2023 naik lagi menjadi 3 anak Stunting,semua itu berpulang kepada keluarga.
karena pihak Puskesmas Passo dan pihak Desa sudah berupaya semaksimal, berjuang keras untuk mengatasinya bahkan sampai membuat Jamban bagi keluarga dalam pemberlakuan pola hidup bersih, di buatnya pengeboran sumur untuk pemanfaatan air bersih dan kader kaderpun turun untuk menyuapi anak anak sebagai upaya pengentasan angka Stunting di desa, namun semuanya kembali lagi kepada kesadaran orang tua,keluarga dan masyarakat Desa.
Di harapkan adanya penguatan kapasitas untuk kader dapat memakai satu aplikasi agar data itu sinkron antara desa dan dinas kesehatan dalam pengolahan data yang sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan,” tutup Maitimu.







