Ambon,GemaNusantara.co.id-Berdasarkan Inpres No 4 tahun 2022 dalam rangka penghapusan kemiskinan ekstrim di seluruh wilayah Indonesia, maka
Dalam pengentasan kemiskinan ekstrim, sudah banyak intervensi yang di lakukan oleh pemerintah bagi penduduk yang di kategori miskin,demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Kota Ambon,Ir.Chaterina.H.Persulessy kepada media ini di ruang kerjanya,Rabu(17/5/2023)
Menurut persulessy bahwa,sesuai data untuk Kota Ambon tidak ada penduduk dalam kategori kemiskinan Ektrim, karena dalam data pencatatan penduduk pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon, dapat di katakan semuanya berada pada kelas ekonomi menengah.
Maka untuk kota Ambon,yang di katakan penduduk miskin itu sudah tentu masih ada, namun untuk penduduk dalam kategori kemiskinan ekstrim itu tidak ada,,Ambon masih di katakan Bagus,” akui persulessy.
karena Penduduk ambon sendiri sebenarnya tidak ada yang rentan miskin hanya para pendatang yang dari Kabupaten atau dari provinsi lain , misalnya penduduk dari Sulawesi yang dalam tanda petik, yang kita tidak ketahui dia mendatangkan kemiskinan juga untuk kota ambon .
karena dikatakan penduduk orang yang Baru datang tapi berniat untuk tinggal di Ambon dan menetap dia tetap dikatakan penduduk dan Kalau kita mengambil data di wilayah itu berarti mereka termasuk di dalamnya, jika pada sampel data yang di ambil mereka ada pada kategori miskin maka kenal pada sampel itu.
Tetapi untuk penanggulangan kemiskinan itu sendiri sudah banyak intervensi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat yang di lakukan guna penanggulangan kemiskinan yang terjadi melalui beberapa program.
Demikian di katakan Persulessy bahwa Program-program pemerintah tersebut yang dapat di lihat seperti, Program Keluarga Harapan( PKH),Program Jaminan Kesehatan ( Jamkesmas) serta Program bantuan pendidikan, Program bantuan Biaya Langsung Tunai ( BLT), Program Biaya pendidikan dan lain lain sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam penghapusan angka kemiskinan yang ada.
Tergantung apakah Bisa dengan bantuan itu penduduk bisa Makin sejahtera atau tidak ,berpulang pada pribadi masing-masing,” kata Persulessy.
Dengan harapan agar ke depannya Masyarakat Kota Ambon tetap menjaga Stabilitas Kehidupan ekonomi agar tetap pada Area Yang tidak bisa dikatakan miskin ekstrim.
Persulessy juga menghimbau berdasarkan kacamata BPS bagi semua penduduk yang ada di kota Ambon,kalau kita mendata Bapak ibu harus jawab dengan sebenar benarnya sehingga bisa ketahuan apa betul penduduknya itu miskin atau tidak miskin, jika jawabannya itu salah iya pasti datanya juga bias,karena BPS itu cuma mendata apa adanya Kalau dari responden Jawabnya tidak benar tidak jujur ya pasti ada error data di situ yang di sebut ( Human error) maka sangatlah penting kebenaran penduduk dalam memberikan data kepada petugas BPS .” Tutup Persulessy.







