Ambon,GenaNusantara.co.id-Di akhir tahun 2022 itu stunting di kelurahan Batumeja ada 7 kasus Stunting yang tersebar pada 11 Posyandu bayi balita dan tiga Posyandu lansia di tambah tiga Posyandu remaja.
Menurut Lurah Batu Meja,Sitty Tuanaya,S.Pi.,M.Si.Untuk Penanganan stunting, sampai pemulihan bahkan upaya penghapusan stunting ini bukan jadi wacana Lokal Tapi sudah menjadi wacana nasional dan harus di lakukan penangan secara serius agar tidak ada lagi anak yang Stunting.
Hal ini disampaikannya kepada media ini di ruang kerjanya,Selasa(16/5/2023)
Dan untuk mengatasinya, Sebagai Lurah Batu Meja, Tuanaya selalu mendampingi Para Kader Posyandu untuk melakukan Sosialisasi kepada masyarakat terkait Pola hidup Sehat serta di berikan Pemahaman agar masyarakat rajin datang ke posyandu dan itu di lakukan secara rutin oleh Kader- Kader posyandu setiap bulan.
Demikian dikatakannya terhitung bulan mei Kelurahan Batumeja dengan 31 RT dan 7 RW Yang dirilis oleh puskesmas kayu putih dan berdasarkan kondisi riil lapangan itu dari tujuh anak yang Stunting kemudian turun menjadi dua orang anak yang Stunting.
Dan menyangkut dua kasus Stunting ini agak sedikit berat untuk pemulihan karena ibunya sendiri itu dalam kondisi yang memang sakit gondok sebesar Beliau juga butuh perawatan.
terus yang kedua usia ibu relatif muda, di sertai pola hidup keluarga Yang belum sesuai dengan standar kesehatan ,dari kondisi rumah yang belum layak untuk bagaimana mempercepat pemulihan penanganan stunting itu sendiri .
Maka berdasarkan Kasus yang terjadi sebagai orang yang bertanggung jawab dalam pemerintahannya makaTuanaya mengambil inisiatif untuk menjadi orang tua asuh dari kedua anak kasus Stunting,” jelas Tuanaya.
Ia berharap dengan upaya keras untuk penanganan stunting di kelurahan batu meja pada khususnya, Dan sesuai keinginan pak wali kota untuk mengentaskan stunting di pemerintahan umumnya , maka di harapkan kerja sama yang baik antara orang tua sendiri dengan pemerintah bekerja sama untuk menuntaskan stunting,” tutupnya.







