Tim Pokjanal Posyandu Provinsi dan Kabupaten/kota, Tim Ina Latu Maluku Peduli Kesehatan, pengurus TP PKK provinsi/kabupaten/kota.

GEMANUSANTARA.CO.ID, Konvergensi sehingga berhasil menurunkan prevalensi Stunting dari 34,1 persen di tahun 2018 menjadi 26,1 persen di tahun 2022. Namun masih perlu kerja keras lagi untuk menurunkan Stunting menjadi 20 persen di tahun 2024 nanti.

“Oleh sebab itu, diperlukan strategi baru dalam upaya pencapaian target dimaksud seperti pelibatan seluruh organisasi perangkat daerah untuk melakukan pendampingan, pembinaan dan supervisi bagi kabupaten/ kota dalam rangka penguatan Pokjanal Posyandu serta peningkatan kapasitas kader PKK dan Posyandu,” ungkap Widya.

Ia menambahkan, kondisi geografis Maluku mengharuskan untuk berinovasi agar pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat dirasakan masyarakat secara merata hingga ke daerah terpencil.

“Untuk itu, saya selaku Ina Latu Maluku bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Maluku serta Persatuan Dokter Gigi Indonesia Wilayah Maluku, mencetuskan satu program yang di launching hari ini yaitu “Ina Latu Maluku Peduli Kesehatan (Malika) dengan moto Menjangkau yang Tak Terjangkau untuk Maluku Sehat,” tutup Widya.

Rakor dan acara launching Ina Latu Malika turut dihadiri Bupati/Walikota diantaranya, Bupati SBT Mukti Keliobas, Walikota Tual Adam Rahayaan, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Aru Muin Sogalrey, Pj. Walikota Ambon Boedewin Wattimena, Pimpinan OPD terkait selaku Tim Pokjanal Posyandu Provinsi dan Kabupaten/kota, Tim Ina Latu Maluku Peduli Kesehatan, pengurus TP PKK provinsi/kabupaten/kota.

Kadis Kesehatan Maluku, dr. Zulkarnaen, Kepala Bappeda Maluku Anton Lailossa dan Kadis PMD Maluku, Syarif Hidayat, bertindak sebagai pembicara, sedangkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Meikyal Pontoh sebagai Moderator. (BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN SETDA MALUKU)